KABUPATEN –RADAR MALANG- Jelang latih tanding melawan tim Championship atau Liga 2, empat penggawa Arema FC menepi. Sosok tersebut adalah Gustavo Henrique, Matheus Blade, Alfeandra Dewangga, dan Abyan Adwitya. Mereka harus menjalani pemulihan akibat mengalami problem kaki ringan.
Kondisi itu, berpotensi membuat Arema FC tidak menurunkan full skuad saat latih tanding. Tim pelatih tidak ingin mengambil risiko untuk menurunkan pemain yang belum pulih 100 persen. Meski begitu, Hansamu Yama yang sebelumnya menepi sudah latihan lagi sejak Jumat lalu (14/8).
Dokter Tim Arema FC Nanang Tri Wahyudi membeberkan, upaya preventif itu dilakukan supaya level cedera pemain tak meningkat. Sekaligus demi penggawa tim menjalani program pemulihan dengan maksimal. Baru setelah pulih, bisa ikut berlatih.
”Karena itu, begitu kami melihat ada gejala problem, langsung kami tarik (untuk tidak berlatih),” ujar Nanang. Menurutnya, mayoritas pemain yang sedang mengalami problem kaki akibat faktor kelelahan. Sehingga saat tim kembali berlatih, masalah tersebut terlihat.
Berdasar pantauan wartawan koran ini, keempat pemain itu menjalani pemulihan di pinggir lapangan sejak Kamis lalu (13/8). Dalam dua hari terakhir, mereka mengikuti program aktivasi penguatan, ice bath, dan release otot. Gustavo mengalami problem di bagian quadricep saat bertanding di Piala Presiden 2026.
Sementara Dewangga harus menepi sebentar akibat nyeri engkel yang terjadi saat proses latihan. Kondisi tidak jauh berbeda juga didapatkan Blade dan Abyan yang mengalami masalah hamstring.
Meski problem kaki keempat pemain itu masuk dalam kategori ringan, Nanang dan tim pelatih enggan memaksa mereka segera berlatih. Proses pemulihan diharuskan berjalan sesuai prosedur. ”Kami juga perlu melihat bagaimana perkembangan (pemulihan) mereka ke depan,” imbuh Nanang.
Menurutnya, peluang untuk keempat pemain itu benar-benar fit saat Super League 2026/2027. Itu menyusul, setelah pulih perlu meningkatkan level fitness. Khususnya, untuk pemain yang menepi dalam waktu yang lama.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menilai, kondisi pemain yang belum fit tidak boleh dipaksakan untuk bermain. Itu karena dapat menimbulkan kerugian tim untuk jangka panjang. ”Kami tidak ingin pemain tim absen lama, karena kami membutuhkan semua pemain yang ada di skuad,” tandasnya.
Menurutnya, Super League 2026/2027 kompetisi panjang. Butuh kekuatan terbaik untuk berlaga di sana. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo