MALANG, RADAR MALANG – Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, membuktikan diri sebagai salah satu comeback story terbaik bulu tangkis nasional tahun ini. Pemain asal Solo itu menjuarai Australian Open 2026 setelah mengalahkan wakil China, Dong Tian Yao, dengan skor telak 21-13, 21-13 di final yang berlangsung di Quaycentre, Sydney, Minggu (14/6/2026).
Gelar ini datang hanya beberapa bulan setelah Alwi sempat menjadi sorotan negatif publik akibat penampilannya yang minim kontribusi di Piala Sudirman 2025 lalu. Usai laga di Sydney, Alwi mengaku sempat merasa sangat terpuruk pasca ajang beregu tersebut, namun memilih bangkit dan berterima kasih kepada semua pihak yang tetap mendukungnya, termasuk yang sempat mengkritiknya.
Kebangkitan Alwi tidak datang tiba-tiba. Ranking dunianya melesat dari posisi 43 pada pertengahan 2025 menjadi peringkat 14 pada awal 2026. Ia juga sempat menyabet gelar Indonesia Masters 2026 di kandang sendiri, Istora Senayan, sebelum akhirnya menutup rangkaian kebangkitannya dengan trofi Australian Open.
Baca Juga: Ini Daftar Turnamen Bulu Tangkis Dunia September-Oktober 2026, Ada China Masters hingga Denmark Open
Sebelum menembus level senior, nama Alwi lebih dulu bersinar di level junior. Pada 2023, ia menjadi tunggal putra Indonesia pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia Junior BWF usai mengalahkan wakil China, Hu Zhean.
Kariernya bermula sejak usia sembilan tahun, saat sang ayah memperkenalkannya pada olahraga tepok bulu ini di klub Panorama Solo, sebelum akhirnya hijrah ke PB Exist Jakarta dan menembus Pelatnas PBSI sebagai pelapis Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyebut pencapaian Alwi sebagai indikator positif regenerasi bulu tangkis nasional yang mulai membuahkan hasil dari pembinaan berkelanjutan PBSI.
Kini, modal kepercayaan diri dari Sydney itu dibawa Alwi ke Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, yang berlangsung 17-23 Agustus. Ia sukses melewati laga pembuka babak pertama (64 besar) pada Senin, 17 Agustus 2026, dengan mengalahkan Yoo Tae Bin asal Korea Selatan dua gim langsung 21-17, 21-12, serta berpotensi menghadapi juara bertahan Shi Yu Qi di babak 16 besar.
Baca Juga: Hobi Main Bulu Tangkis? Ini 3 Lapangan Badminton di Malang yang Nyaman untuk Mabar
Editor : Aditya NovrianSumber : Diolah dari berbagai sumber