KABUPATEN -RADAR MALANG-Tidak ada acara meriah dalam pengenalan skuad Arema FC musim 2026/2027. Manajemen Singo Edan memilih untuk melewatkan kegiatan seremoni untuk mengenalkan anggota skuad itu sebelum kompetisi. Keputusan tersebut bukan kali pertama diambil klub dalam beberapa tahun terakhir.
Pada musim lalu, manajemen Arema FC juga melakukan langkah yang sama. Untuk diketahui, tak melakukan seremoni dalam mengenalkan skuad sudah berlangsung sejak musim 2023/2024. Terakhir kali melakukannya sebelum kompetisi 2022/2023.
Fokus mempersiapkan tim jadi alasan utama untuk tak melakukan launching tim. Singo Edan ingin mengoptimalkan waktu sebelum laga pertama Super League dengan meningkat performa. Dalam dua pekan ini akan melangsungkan uji coba.
General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi mengungkapkan, pihaknya tidak memiliki alasan untuk menggelar launching skuad secara besar-besaran. Menurutnya, seluruh elemen tim saat ini lebih membutuhkan program pramusim, mulai dari latihan sampai melakukan sejumlah laga uji coba. Karena itu, manajemen memilih memperkenalkan skuad dengan cara sederhana.
”Kami hanya memilih (meluncurkan skuad) di sosial media saja,” ujarnya. Menurutnya, dalam empat tahun terakhir klub sudah tak melakukan kegiatan itu. Selama waktu itu, tak ada masalah yang terjadi.
Menurutnya, euforia terkait launching skuad bisa datang dari kalangan penggemar, melalui berbagai kegiatan yang diinisiasi Aremania Utas. Seperti yang dilakukan saat HUT Arema FC ke-39 lalu.
Selain itu, Inal-sapaan akrab Yusrinal-menjabarkan kalau anggaran yang dibutuhkan dalam melakukan launching skuad secara meriah sangat besar. Mereka tidak hanya mempersiapkan venue untuk acara, namun juga berbagai rangkaian acara di dalamnya. ”Anggaran tersebut bisa dialokasikan ke hal lain yang lebih penting,” jelasnya.
Berangkat dari pertimbangan tersebut, dirinya merasa seluruh elemen tim sebaiknya fokus mematangkan persiapan. Agar nantinya, bisa meraih hasil maksimal saat mengarungi kompetisi 2026/2027. Apalagi, penggawa Singo Edan punya pekerjaan rumah setelah Piala Presiden 2026. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo