RADAR MALANG-Gelandang asing Arema FC Matheus Blade tak hanya menjalani program pemulihan di pinggir lapangan. Gelandang berusia 30 tahun itu sudah diperbolehkan fisioterapi tim untuk mencoba berlatih bersama rekan satu tim. Lampu hijau itu diberikan dengan dua tujuan.
Tim medis Singo Edan ingin melihat kondisi Blade setelah jalani program pemulihan. Lalu, memastikan sang pemain siap untuk berlatih dengan normal ke depan. Sebelumnya, dia mengalami problem di bagian hamstring.
Fisioterapi Arema FC Reta Arroyan mengungkapkan, proses pemulihan Blade berpotensi lebih cepat dibandingkan Alfeandra Dewangga, Abyan Adwitya, serta Gustavo Henrique. Itu menyusul, problem kakinya tak masuk kategori yang sangat berat. Karena itu, dia sudah menuntaskan beberapa program pemulihan selama satu pekan.
”Setelah melihat perkembangannya, kami memberinya kesempatan untuk melihat bagaimana kondisi saat dia beraktivitas (berlatih) normal,” ujarnya. Pria asal Ponorogo itu menjabarkan, Blade melakukan uji coba berlatih dengan rekan satu tim selama dua kali beruntun. Di ARG Soccer Field dan Stadion Kanjuruhan pada 18-19 Agustus lalu. Kemarin, dia absen berlatih.
Dalam percobaan tersebut, Blade tidak langsung mendapatkan latihan dengan intensitas tinggi. Berdasar pantauan wartawan koran ini, pesepak bola berkebangsaan Brasil tersebut hanya menjalankan setengah sesi saja. Setelah itu, menjalani perawatan.
Dengan kondisi tersebut, apakah Blade berpeluang tampil di laga uji coba? Reta mengungkapkan, kemungkinan tersebut ada apabila dia mampu menunjukkan progres pemulihan dengan cepat. ”Kami harus melihat bagaimana perkembangannya. Karena dalam percobaan tersebut dia mengaku masih merasakan nyeri di bagian otot (hamstring),” jelasnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo