MALANG KOTA, RADAR MALANG - Perubahan regulasi suporter yang tak lagi melarang pendukung tim away mendapatkan sambutan positif dari Marcos Santos. Pelatih kepala asal Brasil itu meyakini, perubahan tersebut akan membuat laga Super League semakin seru. Sekaligus menghidupkan tradisi pemain ke-12 saling berkunjung ke stadion tempat pertandingan.
Pelatih berusia 47 tahun itu mengungkapkan, kompetisi di Indonesia sudah berlangsung tanpa kehadiran suporter tandang selama empat tahun. Kondisi tersebut membuat kebiasaan suporter untuk mendukung tim saat bermain laga away ikut menurun. Karena itu, dia senang saat mendengar kembalinya kebiasaan tersebut musim depan.
”(Perubahan regulasi) itu bisa menjadi momentum yang bagus karena tradisi stadion yang dihadiri kedua belah suporter bisa kami lihat secara langsung,” ujarnya. Bagi Marcos, situasi itu bisa memberikan atmosfer pertandingan yang meriah. Karena dalam satu pertandingan, para pemain ke-12 bisa beradu kreativitas. Sedangkan saat menjalani laga away, Singo Edan bisa mendapatkan tambahan motivasi saat bermain.
Menurutnya, setiap orang seharusnya bisa menikmati pertandingan secara langsung. Termasuk saat tim kesayangannya bermain di luar kandang. Itu karena, sepak bola bukan hanya menjadi hiburan bagi suporter fanatik. Tetapi juga dapat dinikmati bersama keluarga dan anak-anak. ”Saya pikir Liga Indonesia melakukannya dengan secara bertahap. Itu bertujuan untuk menjaga perdamaian dan keamanan di dalam stadion,” ujarnya.
Baca Juga: Siap Jalankan Regulasi Suporter
Meski situasi tersebut berbeda dengan kompetisi di negara lain, Marcos menilai pencabutan larangan suporter tandang tetap menjadi langkah positif. Saat kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik, dirinya optimistis pertandingan dengan label rivalitas tinggi bisa kembali dihadiri suporter kedua tim dan mereka adu kreativitas. (zan/gp)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang