KABUPATEN – RADAR MALANG-Bergabungnya Mauro Zijlstra menimbulkan sejumlah pertanyaan dari sejumlah Aremania. Itu menyusul, musim lalu penyerang berusia 21 tahun itu kesulitan menunjukkan produktivitas gol. Sedangkan tugasnya di Arema FC meningkat ketajaman lini serang.
Zijlstra belum mampu mencetak gol selama bermain untuk Persija Jakarta. Menit bermainnya juga terbilang tak banyak, hanya turun selama 93 menit dari empat pertandingan. Lantas, apa yang mendasari perekrutan pemain kelahiran Zaandam, Belanda tersebut?
”Salah satu alasan kami mendatangkannya adalah dia punya paspor Indonesia. Jadi dia tidak masuk dalam kuota pemain asing,” ujar Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos. Menurutnya, atribut tersebut bisa menguntungkan Singo Edan dalam menyusun starting eleven. Tim pelatih bisa menurunkan Zijlstra tanpa perlu mengurangi kuota tujuh pemain asing di pertandingan.
Pelatih asal Brasil itu melihat, kemampuan Zilstra setara dengan pemain asing. Menurutnya, sang pemain punya potensi besar sebagai penyerang. Amunisi anyar itu juga punya postur yang ideal dan memiliki kemampuan fisik untuk berduel dengan bek-bek tangguh Super League.
Karakteristik tersebut dinilai Marcos bisa menambah variasi tactical Singo Edan. Mereka tidak hanya mengandalkan pemain yang bisa memanfaatkan ruang sempit seperti Gustavo Henrique. Namun juga bisa mengandalkan skema bola mati dan serangan balik melalui aksi individu Zijlstra.
Sedangkan terkait jumlah gol yang minim dari Zijlstra, Marcos tak merasa terkejut. Itu karena, anak asuhnya itu tidak memperoleh banyak kesempatan bermain saat bersama Macan Kemayoran musim lalu. ”Kami tidak tahu apa yang terjadi di Persija dan kami menghormati keputusan pelatih mereka. Tetapi di sini, saya pastikan dia akan mendapatkan banyak kesempatan karena dia masih muda dan bisa lebih berkembang,” jelas juru taktik 46 tahun itu.
Senada dengan Marcos, General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, kedatangan Zijlstra diharapkan menambah daya gedor tim. Menurutnya, klub punya keyakinan sang pemain bisa berkembang. ”Dengan potensi dan kualitasnya kami yakin dia bisa memberikan kontribusi. Semoga proses adaptasinya berjalan cepat,” kata dia. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo