Paralayang Kota Batu Rogoh Kocek Pribadi untuk Ikut Kejuaraan

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 16:00 WIB
Atlet Paralayang Kota Batu Galuh Ade Pristanto (tengah) meraih juara 1 kategori overall dalam ajang IPAC Series 1 2026 di Bukit Sultan, Paser, Kalimantan Timur, 4-7 Juni lalu. (Galuh Ade Pristanto)
Atlet Paralayang Kota Batu Galuh Ade Pristanto (tengah) meraih juara 1 kategori overall dalam ajang IPAC Series 1 2026 di Bukit Sultan, Paser, Kalimantan Timur, 4-7 Juni lalu. (Galuh Ade Pristanto)

 RADAR MALANG-Prestasi tingkat nasional dan internasional belum menjamin atlet Paralayang Kota Batu mendapatkan dukungan yang memadai. Setiap hendak mengikuti kejuaraan mereka sering harus menyiapkan anggaran dari kantong pribadi. Tidak hanya dari pendaftaran, namun juga akomodasi hingga kebutuhan selama kejuaraan di luar kota.

 Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Paralayang Kota Batu Joni Efendi mengungkapkan, biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti satu ajang cukup besar. Untuk tingkat nasional bisa memakan anggaran sampai Rp 5 juta. Sedangkan untuk kejuaraan di luar pulau Jawa, biaya yang disiapkan bisa mencapai Rp 10 juta.

 Kebutuhan tersebut semakin tinggi saat harus tampil di luar negeri. Tidak terkecuali untuk atlet yang akan berangkat ke Korea Selatan pada bulan Agustus ini. ”Pengeluaran yang diperlukan bisa mencapai dua sampai tiga kali lipat dibandingkan kejuaraan dalam negeri,” ujarnya.

Selain biaya kejuaraan, kebutuhan perawatan perlengkapan juga menjadi persoalan tersendiri. Itu karena, peralatan untuk latihan dan berlaga memiliki masa pakai. Alhasil, membutuhkan pembaruan dalam waktu tertuntu. Selama ini, sebagian perlengkapan masih memanfaatkan fasilitas dari KONI maupun Pengprov yang sudah berusia dua sampai tiga tahun.

 Untuk menyiasati persoalan tersebut, mereka berusaha memanfaatkan anggaran yang tersedia. ”Kami juga harus melakukan patungan dari uang hasil menang kejuaraan untuk maintenance peralatan kami,” imbuhnya.

 Joni berharap, kondisi tersebut bisa segera diatasi pemerintah daerah. Itu karena, paralayang menjadi salah satu cabor unggulan Kota Batu dan banyak mencetak atlet berprestasi. Menurutnya, perhatian lebih besar bisa membantu atletnya meningkatkan prestasi kejuaraan nasional maupun internasional. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Paralayang Kota Batu Cabor Kota Batu Biaya Mandiri