MALANG, RADAR MALANG – Mauro Zijlstra akhirnya memilih Arema FC sebagai pelabuhan barunya setelah dipinjamkan Persija Jakarta. Penyerang berusia 21 tahun itu mengaku kesempatan mendapat menit bermain lebih banyak menjadi alasan utama menerima tawaran Singo Edan, meski sejumlah klub lain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia juga tertarik merekrutnya.
Zijlstra menilai Arema FC menjadi opsi paling ideal untuk mengembangkan kemampuannya. Selain alasan menit bermain, dia juga melihat kualitas skuad Arema FC bisa membantunya berkembang.
Menit Bermain Jadi Alasan Utama Mauro Zijlstra
Kesempatan bermain lebih banyak menjadi pertimbangan utama Zijlstra meninggalkan Persija Jakarta. Selama memperkuat Macan Kemayoran, dia mengaku kesulitan mendapatkan menit bermain karena kondisi fisiknya belum sepenuhnya optimal.
“Saya juga melihat ada banyak kesempatan bermain lebih banyak di sini daripada di Persija. Jadi, itulah alasannya saya bergabung ke Arema FC,” ujar Zijlstra.
Baca Juga: Alasan Pelatih Arema Tak Mainkan Legiun Asing saat Melawan RANS Nusantara
Penyerang tersebut sebelumnya sempat mengalami cedera hamstring. Kondisi itu membuatnya belum bisa tampil maksimal selama 90 menit. Masalah serupa juga pernah dialaminya ketika mengikuti training camp (TC) Timnas Indonesia menjelang AFF 2026.
Karena itu, kepindahan ke Arema FC diharapkan menjadi kesempatan bagi Zijlstra untuk kembali mendapatkan ritme pertandingan sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya.
Lingkungan Baru Diharapkan Dongkrak Motivasi
Selain persoalan menit bermain, Zijlstra juga berharap suasana baru di Malang dapat membantunya bangkit. Bergabung dengan tim baru membuatnya berkesempatan bertemu pemain-pemain yang sebelumnya belum banyak dikenalnya.
Dia menilai lingkungan baru bisa memberikan motivasi tambahan untuk kembali menjalani kompetisi dengan lebih percaya diri.
Baca Juga: Arema FC Bakal Cari Homebase Cadangan untuk Super League
Dengan status sebagai pemain pinjaman dari Persija, Zijlstra kini memiliki kesempatan membuktikan kemampuannya bersama Arema FC. Persaingan di lini depan Singo Edan sekaligus menjadi tantangan baginya untuk mendapatkan tempat di skuad utama.
Editor : Aditya Novrian