Arema FC Siap Kelola Stadion Kanjuruhan, Rencana Bisnis Profesional Sudah Disiapkan

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 11:09 WIB
Beberapa pekerja memperbaiki beberapa area yang rusak di Stadion Kanjuruhan. (Istimewa)
Beberapa pekerja memperbaiki beberapa area yang rusak di Stadion Kanjuruhan. (Istimewa)

MALANG, RADAR MALANG – Manajemen Arema FC mengklaim pembahasan pengelolaan mandiri Stadion Kanjuruhan dengan pemerintah pusat sudah mencapai 90 persen dan memasuki tahap final. CEO Arema FC Iwan Budianto (IB) menyebut langkah ini strategis untuk perawatan fasilitas dan penciptaan nilai ekonomi berkelanjutan.

Dalam diskusi di podcast Arema FC Official TV, IB menjelaskan bahwa proses ini melibatkan tiga kementerian, yakni Kementerian PU, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian UMKM. Ia optimistis kesepakatan dapat segera tercapai sehingga stadion bisa dikelola secara profesional oleh klub.

Rencana Bisnis Stadion Kanjuruhan: Dari Perawatan Fasilitas hingga Pusat Event Ekonomi

“Jika dikelola oleh klub, maka banyak nilai lebih yang bisa diambil. Kami bisa memperbaiki fasilitas penonton, bahkan menjadikannya pusat kegiatan ekonomi, tidak hanya untuk sepak bola tapi juga event lain seperti konser musik,” ujar IB.

Ia menambahkan bahwa jika kesepakatan ini tercapai, manajemen telah menyiapkan rencana bisnis agar stadion dapat beroperasi secara profesional dan berkelanjutan, bukan sekadar menyewa per-event seperti saat ini. IB menilai pengelolaan mandiri akan memudahkan perbaikan fasilitas penonton, pengaturan jadwal penggunaan, dan optimalisasi pendapatan dari aktivitas nonsepak bola.

Baca Juga: Setelah Jadi Aset Pemkab, Stadion Kanjuruhan Butuh Rp 2 Miliar Tiap Tahun

Dengan skema ini, stadion diharapkan menjadi aset produktif yang memberi dampak ekonomi bagi Malang Raya.

“Rencana bisnis sudah kami siapkan agar operasionalnya profesional dan tidak tergantung pada sewa per-event,” tegas IB.

Zero Accident Satu Musim Penuh, IB Apresiasi Aremania dan Aparat

Dalam kesempatan yang sama, IB memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak, termasuk kepolisian, tentara, panitia pelaksana, dan terutama Aremania, atas tercapainya zero accident selama satu musim kompetisi penuh. Pencapaian ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa Arema FC dan para suporternya benar-benar berbenah pasca tragedi Kanjuruhan.

“Ini bukti nyata bahwa kita semua, terutama Aremania, sudah berbenah. Zero accident satu musim penuh bukan hal kecil,” puji IB.

Baca Juga: Mauro Ziljstra Targetkan Dapat Cetak Gol Maksimal untuk Arema FC di Super League 2026/2027

Menurutnya, budaya tertib, disiplin, dan gotong royong di kalangan suporter menjadi kunci utama terciptanya kondisi aman dan kondusif sepanjang musim.

Ia berharap momentum ini terus dijaga agar citra positif Arema FC semakin kuat di mata publik dan pemangku kepentingan.

“Mari kita jaga momentum baik ini agar Arema semakin dipercaya oleh semua pihak,” imbuhnya.

Pesan IB untuk Aremania: Jangan Tanya Apa yang Arema Berikan, tapi Apa yang Kita Berikan

Menutup perbincangan, IB menyampaikan pesan mendalam kepada para pendukung Arema FC. Ia mengajak seluruh elemen suporter untuk bersama-sama menjaga eksistensi klub sebagai kebanggaan warga Malang. “Mari kita bersama-sama menjaga eksistensi ini. Jangan bertanya apa yang Arema berikan pada kita, tapi apa yang akan kita berikan kepada Arema,” pesan IB.

Baca Juga: Alasan Pelatih Arema Tak Mainkan Legiun Asing saat Melawan RANS Nusantara

Ia menegaskan bahwa kebesaran Arema tidak bisa hanya ditopang oleh manajemen, melainkan membutuhkan peran serta dan dukungan dari seluruh komunitas suporter. “Kebesaran Arema itu milik bersama. Tidak bisa hanya ditopang manajemen, tapi butuh dukungan seluruh Aremania,” pungkas IB.

Dengan sinergi kuat antara klub, aparat, dan Aremania, IB yakin masa depan Arema FC akan semakin cerah dan berkelanjutan.

Editor : Aditya Novrian
pengelolaan mandiri Arema FC iwan budianto stadion kanjuruhan zero accident