KABUPATEN -RADAR MALANG- Gabriel Silva dan kawan-kawan dituntut tampil dengan intensitas tinggi saat melakukan latih tanding melawan Deltras FC Sidoarjo, nanti sore (26/8). Tim pelatih menginginkan skuad Arema FC untuk bermain lebih agresif saat melakukan serangan. Itu bertujuan meningkatkan konversi gol saat berada di kotak penalti.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos tidak memungkiri, uji coba terakhir menunjukkan banyak hasil positif. Seperti aksi bertahan yang solid dengan komposisi lini belakang berbeda. Kemudian, mampu membongkar pertahanan lawan dengan torehan dua gol melalui skema bola mati maupun serangan balik.
”Tetapi kami masih kurang agresif saat berada di dalam kotak penalti. Hal itu yang akan kami tingkatkan saat latih tanding,” ungkap juru taktik asal Brasil tersebut. Menurutnya, strategi itu bisa dijalankan dengan maksimal saat menurunkan penyerang murni sejak menit awal. Mengingat Arema FC sekarang sudah memiliki Mauro Zijlstra.
Berdasar pengamatannya, insting di kotak penalti tidak bisa datang dari seorang gelandang serang maupun winger. Penyerang nomor sembilan harus aktif untuk memberikan ancaman. Mulai dari memanfaatkan ruang kosong sampai melakukan aksi individu untuk mencetak gol.
Meski baru bergabung, Marcos memastikan Zilstra sudah mengetahui gaya bermain Singo Edan. Itu karena, sudah menjalani dua kali latihan tactical. ”Harapannya dengan keberadaan striker murni seperti dia, kami bisa menguasai kotak penalti sekaligus mencetak banyak gol dari situasi tersebut,” jelasnya.
Selain alasan tactical, Marcos juga penasaran dengan kemampuan Zijlstra di atas lapangan. Itu karena, dia hanya melihat aksi pemain anyar itu dari sesi latihan dan saat berseragam Persija Jakarta.
Dia memastikan, kalau Arema FC bakal melakukan rotasi pemain di laga nanti sore. Pemain yang tampil menghadapi RANS Nusantara akan duduk di tribun penonton maupun berada di bangku cadangan. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo