MALANG KOTA –RADAR MALANG- Penyelenggara pertama Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang Raya pada 31 Agustus akan banyak menyuguhkan laga seru. Hasil drawing pada Rabu lalu (26/8) menghadirkan pertemuan sekolah yang sebelumnya sudah saling bersaing di beberapa kejuaraan futsal dan sepak bola. Satu contohnya, SMA Islam Malang yang akan melawan SMKN 1 Singosari.
Selain itu, pertandingan antar sekolah yang berbeda wilayah juga akan banyak tersaji. Pada laga pertama misalnya, antara SMAN 1 Batu dan SMA Nasional. Lalu, pertemuan antara SMAN 2 Batu melawan SMAN 1 Tumpang (selengkapnya baca hasil drawaing).
Terkait hasil drawing Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang Raya, tim peserta merasa puas. Terkait lawan yang dihadapi, mereka siap menghadapi untuk memburu kemenangan. Itu menyusul, sudah saling mengantongi kekuatan lawan.
”Mengingat pemain mini soccer kebanyakan berasal dari pemain futsal dan sepak bola, jadi kami sudah memetakan bagaimana kekuatan calon lawan,” ujar Pelatih SMA Islam Malang Tony Akbar Ramadhani. Berdasar pengamatannya, SMKN 1 Singosari memiliki karakteristik permainan yang bagus. Dengan dihuni beberapa pemain yang memiliki kemampuan individu di atas rata-rata.
Menurutnya, salah satu skema permainan dari lawan yang patut diwaspadai adalah serangan balik cepat. Saat tim lawan memperoleh bola, mereka dilihat punya peluang untuk mencetak gol. Dia mewanti-wanti anak asuhnya untuk bermain lebih hati-hati saat sedang bertahan.
Meski begitu, Tony sudah memiliki langkah antisipasi. Dia sudah menyiapkan pemain terbaik dan skema khusus agar target meraih gelar juara tetap terjaga. ”Kami akan meningkatkan koordinasi dan komunikasi antar pemain agar game plan kami tetap sesuai rencana,” katanya.
Sementara itu, pembina SMKN 1 Turen Fikhi Ismi Wianto mengungkapkan, pihaknya cukup mengenal lawan dihadapi pada babak 16 besar, yakni SMK Brantas. Dirinya merupakan alumni sekolah tersebut dan pernah mengajar di sana. Sebelum kemudian pindah ke Turen. ”Saya cukup mengenal bagaimana lawan kami nanti,” ujarnya.
Meski memiliki bekal tersebut, Fikhi berharap anak asuhnya untuk lebih fokus terhadap persiapan tim. Itu karena, mematangkan kondisi fisik dan strategi memiliki peran lebih besar dalam meraih kemenangan. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo