MALANG, RADAR MALANG – Nama Tri Kusharjanto tercatat sebagai salah satu legenda ganda campuran Indonesia yang pernah menguasai persaingan dunia pada era 1990-an hingga awal 2000-an.
Baca Juga: Mengenal Kehidupan Greysia Polii di Luar Lapangan Bulutangkis: Ibu, Pebisnis, sekaligus Motivator
Kini, setelah gantung raket, ia memilih melanjutkan pengabdiannya di dunia bulu tangkis lewat jalur kepelatihan, jauh dari Tanah Air tepatnya di Kanada.
Sepanjang kariernya sebagai atlet, Tri dikenal sebagai salah satu spesialis ganda campuran paling ditakuti di masanya, berpasangan dengan sejumlah nama beken di era keemasan bulu tangkis Indonesia.
Konsistensi dan jam terbangnya di level elite membuatnya jadi salah satu rujukan teknik ganda campuran klasik yang masih relevan diajarkan hingga sekarang.
Keputusannya pindah ke Kanada dan menekuni profesi pelatih menjadi bagian dari fenomena diaspora pelatih bulu tangkis Indonesia yang kerap direkrut asosiasi luar negeri untuk membangun program pembinaan mereka.
Fenomena ini bukan hal baru, sejumlah eks pemain dan pelatih Indonesia lain juga tersebar di berbagai negara, mulai dari Eropa hingga Amerika Utara, membantu mengembangkan bulu tangkis di negara-negara yang sebelumnya bukan kekuatan tradisional cabang olahraga ini.
Baca Juga: Bukan Lagi di Lapangan, Ini Kesibukan Baru Kevin Sanjaya Usai Pensiun Dini
Kisah Tri menjadi pengingat bahwa kontribusi legenda bulu tangkis Indonesia tak berhenti di atas lapangan semata, melainkan terus berlanjut lewat transfer ilmu dan pengalaman ke generasi pemain di berbagai belahan dunia, sekaligus memperluas pengaruh sekolah bulu tangkis Indonesia secara global.
Editor : Aditya NovrianSumber : sumber dari berbagai sumber