Maksimalkan Waktu Sebulan untuk Persiapan, Smaneta Buru Hasil Maksimal di Grand Champions

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 14:40 WIB
ENGGAN TERLENA: Kapten Smaneta Arif Rahmat (kiri) berusaha mengontrol bola dalam laga babak final Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang Raya di Unggul Sports Center, Selasa lalu (1/9). (Iwan Setiawan)
ENGGAN TERLENA: Kapten Smaneta Arif Rahmat (kiri) berusaha mengontrol bola dalam laga babak final Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang Raya di Unggul Sports Center, Selasa lalu (1/9). (Iwan Setiawan)

 KABUPATEN -RADAR MALANG- Misi meraih gelar juara Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang Raya sukses diwujudkan SMAN 1 Tumpang (Smaneta), Selasa lalu (1/9). Namun, mereka memastikan masih lapar untuk meraih prestasi. Karena itu, Tim Smaneta akan memaksimalkan waktu sebulan untuk persiapan sebelum tampil di babak grand champions bulan Oktober nanti.

 Kepala Sekolah SMAN 1 Tumpang Hari Kusrini mengungkapkan, keberhasilan timnya menjadi jawara tidak lepas dari sinergi seluruh elemen sekolah. Mereka memberikan ruang bagi siswa yang memiliki bakat di bidang olahraga, seperti sepak bola, mini soccer dan futsal. Dukungan tersebut diperkuat dengan tim kepelatihan yang mumpuni serta pengaturan jadwal latihan yang ideal.

 ”Kami dari pihak sekolah akan berdiskusi dengan tim pelatih untuk mengatur jadwal (persiapan) dengan tim pelatih gabungan dari futsal maupun sepak bola,” katanya. Pengaturan jadwal latihan yang ideal dilihat jadi hal yang krusial. Itu karena, untuk meraih prestasi para pemain harus berlatih maksimal. Tapi, tanpa mengesampingkan kewajiban sebagai siswa.

 Menurutnya, mayoritas penggawa Tim Mini Soccer Smaneta duduk di kelas 12 saat ini. Karena itu, mereka juga harus mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

 Saat persiapan tersebut berjalan, Hari optimistis tim mini soccer sekolahnya bisa berbicara banyak di babak grand champion bulan depan. Dia berharap timnya mampu meraih hasil maksimal sekaligus membawa pulang trofi juara. ”Kami juga berencana membawa beberapa pengurus dan anak-anak untuk mendukung tim di Surabaya. Untuk saat ini, rencana tersebut masih dikoordinasikan terlebih dahulu,” imbuhnya.

 Di tempat terpisah, pelatih SMAN 1 Tumpang Setyo Adhi Prastowo memastikan latihan yang akan dijalani anak asuhnya tidak berkurang setelah juara. Justru akan ditambah supaya persiapan semakin maksimal. ”Kami perlu melakukan itu untuk menjaga fisik dan performa para pemain supaya tidak turun setelah zona Malang Raya,” paparnya.

 Selain akan berkoordinasi dengan pihak Smaneta terkait jadwal latihan, Setyo merasa perlu melakukan bongkar pasang komposisi pemain. ”Kami berharap ada regulasi terbaru mengenai penambahan pemain, agar kami bisa melakukan tambal sulam dari skuad yang ada sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup krusial untuk menjaga peluang timnya tampil maksimal di Surabaya. Saat di zona Malang Raya, dua pemain Smaneta absen karena terkendala administrasi. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
bahlil mini soccer asyik menuju puncak golkar jatim