Makan Konate Takjub dengan Perubahan Stadion Kanjuruhan

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 16:00 WIB
Makan Konate (kanan) dan Pelatih Kepala Isenmulang Kalteng FC Mundari Karya (tengah) dalam sesi press conference pre match, siang tadi (3/9). (M. Affan Fauzan/Radar Malang)
Makan Konate (kanan) dan Pelatih Kepala Isenmulang Kalteng FC Mundari Karya (tengah) dalam sesi press conference pre match, siang tadi (3/9). (M. Affan Fauzan/Radar Malang)

 RADAR MALANG-Mantan pemain Singo Edan Makan Konate perlu menunggu waktu empat tahun untuk kembali merasakan atmosfer Stadion Kanjuruhan. Bedanya, kali ini gelandang asal Mali tersebut datang dengan status berbeda. Bukan sebagai penonton, melainkan penggawa Isenmulang Kalteng FC yang jadi lawan Arema FC pada laga perdana BRI Super League 2026/2027, kemarin.

 Konate menilai Stadion Kanjuruhan kini mengalami banyak perubahan, fasilitas yang tersedia jauh lebih baik dan modern dibanding saat terakhir kali datang ke Stadion Kanjuruhan. Meski begitu, rasa nostalgia saat berseragam Singo Edan tetap terasa. ”Kenangan saya sangat besar di sini. Itulah yang membuat saya selalu respect dengan Arema FC,” ujar pemain yang saat ini berusia 34 tahun itu.

 Saat kembali ke Stadion Kanjuruhan Konate tak hanya mengenang momen indah membantu Arema FC meraih gelar Piala Presiden 2019, Konate juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Gate 13. Dia mengaku sudah mengetahui tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momen bagi Konate untuk memanjatkan doa bagi para korban yang meninggal dunia dalam peristiwa nahas tersebut.

 Meski memiliki memori positif bersama Arema FC, Konate memastikan tetap menjunjung tinggi profesionalitas. Menurutnya, cara terbaik menghadapi mantan tim adalah dengan tampil semaksimal mungkin. “Itu memang cerita masa lalu. Sekarang saya berada di Isenmulang (Kalteng FC) dan fokus memenangkan pertandingan bersama tim ini,” tandasnya. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Isenmulang Kalteng FC makan konate stadion kanjuruhan