Daniele De Rossi Akui Como di Level Berbeda usai Genoa Dihajar 4-1

Muchammad Nasrulloh Assidiqi • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 15:05 WIB
Daniele De Rossi diperkenalkan menjadi pelatih Genoa. Sumber: IG @genoacfc
Daniele De Rossi diperkenalkan menjadi pelatih Genoa. Sumber: IG @genoacfc

Malang, Radar Malang – Daniele De Rossi mengaku terpukau dengan penampilan yang ditunjukkan oleh Como saat melawan Genoa pada pekan ketiga Serie A.

De Rossi menyebut Como sebagai lawan yang paling berkesan sejak ia menangani Genoa. De Rossi menyanjung aspek individu dan kolektif yang dimiliki Como.

Meskipun berakhir dengan kemenangan bagi tim tamu, sebenarnya Genoa memulai pertandingan dengan mencetak gol terlebih dahulu melalui Milutin Osmajic pada menit ke-19. 

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan Pertama Serie A Musim 2026/2027: Nerazurri dan Como Mengawali Pekan Pertama

Baca Juga: Emil Audero Mulyadi Resmi Gabung Rayo Vallecano, Dipinjam dari Como 1907 hingga 2027

“Memang benar kami memulai dengan baik, tetapi juga benar bahwa melawan tim seperti Como, Anda perlu tampil sempurna selama 90 menit,”

“Kami tetap berada dalam permainan, tetapi tidak pernah ada perasaan bahwa kami bisa memperbesar keunggulan kecuali jika terjadi insiden yang menguntungkan kami.” jelas De Rossi, dikutip dari DAZN Italia melalui Football Italia.  

Namun, hanya enam menit berselang, Como dapat menyamakan kedudukan melalui Martin Baturina pada menit ke-26.

Baca Juga: Como 1907 Vs Pisa S.C: Menang Telak, I Biancoblu Sukses Nangkring di Zona Liga Champions

Baca Juga: Como Kalah 1-5 dari Lazio, Fabregas Salahkan Emil Kiper Berdarah Indonesia

Dominasi Como atas Genoa juga terlihat pada pertandingan ini. Data dari Lega Serie A menyebut Como tercatat menguasai 62 persen penguasaan bola.

Lebih lanjut, mantan pemain AS Roma tersebut mengakui kesulitannya menghadapi Como yang memainkan permainan disiplin dan mengakui bahwa Como mempunyai level yang berbeda.

Permainan yang ditunjukkan oleh anak asuh Cesc Fabregas tersebut membuat mereka tidak dapat mengembangkan permainan dengan baik.

Baca Juga: Tiap Hari Bikin 3 Video, Promosikan Como 1907 ke Indonesia

Baca Juga: Skandal Prostitusi Kelas Atas Pemain Serie A: Update Terbaru dari Kepolisian

“Sulit untuk melawan Como, karena mereka bisa mengoper bola dengan baik, jadi kami mencoba menekan mereka, tetapi jika lini pertahanan Anda tidak sempurna, mereka akan membuat Anda membayar lebih mahal daripada tim lain. Sulit untuk bersikap agresif melawan mereka, dan ketika kami melakukannya, kami cenderung langsung mengembalikan bola, sedangkan mereka jauh lebih rapi dalam mengoper bola,”

“Terkadang Anda kalah dan marah pada wasit, atau pada diri sendiri, terkadang Anda hanya perlu mengakui bahwa tim lawan lebih baik, pelatih lawan lebih baik, dan Como berada di level yang berbeda saat ini," jelas De Rossi.

Performa tersebut mengantarkan Como mengunci kemenangan 4-1 atas Genoa. Selain Martin Baturina, sumbangan gol dari Assane Diao dan Nico Paz turut menciptakan kemenangan yang meyakinkan bagi Como.

Dengan hasil ini,  Como berhasil menduduki puncak klasemen sementara Serie A. Di sisi lain, kekalahan Genoa melanjutkan tren negatif dari tim berjuluk Il Giffone tersebut yang belum pernah memenangkan laga hingga pekan ketiga Serie A. 

Baca Juga: AC Milan Luncurkan Jersey Ketiga 2026/2027 di Jakarta, Langsung Dipakai Lawan Chelsea Malam Ini

Baca Juga: Profil Jonathan David, Striker Baru Juventus yang Jadi Mesin Gol Timnas Kanada

 

 

 

 

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari beberapa sumber
serie a como genoa pertandingan sepak bola