KABUPATEN -RADAR MALANG- Di balik kemenangan besar Arema FC pada laga perdana BRI Super League, Betinho Filho menjadi salah satu pemain yang tampil konsisten selama 90 menit. Gelandang asal Brasil tersebut mampu mengontrol lini tengah Singo Edan. Baik saat membangun serangan maupun saat tim dituntut harus mulai menjaga pertahanan.
Performa apik itu tidak lepas dari solidnya kedalaman lini tengah Singo Edan. Saat menghadapi Isenmulang Kalteng FC, Betinho telah bermain bersama empat gelandang berbeda. Dua tandem pertama adalah Alfeandra Dewangga dan Careca yang tampil sejak menit awal.
Kemudian bermain bersama Arkhan Fikri. Setelah itu, Matheus Blade yang mulai bermain pada menit 65. Selama waktu itu, mampu clean sheets dan menambah keunggulan.
”Komposisi pemain lokal dan asing membuat kami bisa bermain dengan baik di lini tengah,” ujar pesepak bola berusia 34 tahun itu. Menurutnya, kekompakan tersebut terbangun berkat sering menjalani latihan intensif selama pramusim. Bermain dengan pemain lini tengah yang berbeda-beda setiap sesi internal game untuk meningkatkan chemistry.
Menurutnya, kedalaman skuad menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas lini tengah. Alasannya, saat performa salah satu gelandang tidak maksimal, pemain yang berada di bangku cadangan bisa menjadi opsi untuk menjaga keseimbangan permainan. Dengan begitu, skema yang telah direncanakan tetap bisa berjalan.
Komposisi tersebut juga jadi solusi saat ada rekan setimnya di lini tengah absen. Betinho menilai, keberadaan rekan setim yang berkualitas tidak hanya membantu performanya tetap bagus. Lebih dari itu juga bisa membawa Arema FC meraih berbagai hasil positif.
”Dengan kondisi tim yang semakin bagus saya rasa tim ini bisa meraih sesuatu yang lebih baik (dari musim sebelumnya),” pungkas eks penggawa PSS Sleman itu. Salah satunya, bisa finish di posisi lima besar. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo