Malang, Radar Malang – Meskipun telah berakhir sekitar dua bulan lalu, Piala Dunia 2026 masih menyisakan kontroversi yang belum usai.
Adapun kontroversi yang belum usai masih menjadi perhatian ialah persoalan kartu merah Folarin Balogun. Salah satu pihak yang menaruh perhatian terhadap permasalahan tersebut ialah Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA).
Kendati menang dalam pertandingan tersebut, Asosiasi Sepak Bola Belgia masih menunggu jawaban yang meyakinkan terkait penangguhan kartu merah Folarin Balogun yang tidak biasa itu.
Kontroversi ini bermula pada saat Folarin Balogun menerima kartu merah karena melanggar pemain Bosnia dan Herzegovina.
Dengan kartu merah tersebut, seharusnya Balogun tidak dapat bermain melawan Belgia. Namun, FIFA menangguhkan hukuman tersebut, yang membuat Balogun dapat bermain di babak 16 besar melawan Belgia.
Lebih lanjut, laporan dari AFP menyebut bahwa Donald Trump melakukan komunikasi dengan Gianni Infantino untuk meninjau kembali pelanggaran tersebut. Hal itu menambah kontroversi di balik keputusan tersebut.
Baca Juga: Meski disorot, Gianni Infantino Dikonfirmasi Tetap Maju di Pemilihan Presiden FIFA 2027
Baca Juga: FIFA Rilis Sanksi Soal Keributan Final Piala Dunia 2026: Begini Rincian Sanksinya!
Sebelumnya, jawaban FIFA sebatas mengutip Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Di mana menurut pasal tersebut FIFA mempunyai otoritas untuk menangguhkan sepenuhnya atau sebagian tindakan disiplin.
Selain menuntut jawaban, perbaikan juga menjadi bagian yang dituntut RBFA supaya kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
"Dua bulan setelah kejadian tersebut, pertanyaan-pertanyaan kami masih belum terjawab,”
Baca Juga: Trump Disebut Lobi FIFA demi Balogun, Striker AS Resmi Bebas Hukuman Kartu Merah Jelang Lawan Belgia
“Mengingat pentingnya transparansi dan kejelasan bagi semua pihak yang terlibat, kami meminta penjelasan yang diperlukan dan, pada saat yang sama, ingin mengkaji di mana saja perbaikan terhadap proses yang ada saat ini dapat dilakukan, sehingga kasus-kasus serupa dapat ditangani dengan cara yang jelas, konsisten, dan efisien di masa mendatang,” ucap presiden RBFA, Pascale van Damme, dikutip dari BBC Sports.
“Bersama UEFA, konfederasi-konfederasi lain, dan asosiasi-asosiasi nasional, kami tetap berkomitmen terhadap transparansi dalam pengambilan keputusan, tata kelola yang kuat, dan proses yang jelas. Kami tetap terbuka terhadap kerja sama yang konstruktif, demi menjaga kepercayaan, integritas, dan masa depan sepak bola,” sambungnya.
Sebagai langkah lanjutan, RBFA juga ingin membawa masalah ini untuk dibahas dalam forum Dewan FIFA tanggal 15 Oktober mendatang.
Imbas polemik ini, RBFA memutuskan untuk tidak memberikan dukungan kepada Infantino yang telah dikonfirmasi maju pada pemilihan presiden FIFA mendatang.
"Kami tidak akan mendukung pencalonan Infantino lagi sebagai presiden FIFA untuk ketiga kalinya. Ini terkait rencana penjualan saham FIFA dan juga penangguhan hukuman kartu merah Striker Timnas AS Folarin Balogun di Piala Dunia 2026," jelas pernyataan RBFA dikutip dari Detik Sports.
Baca Juga: Spanyol Singkirkan Belgia 2-1! Courtois Cedera, Merino Antar La Roja ke Semifinal Piala Dunia 2026
Baca Juga: Spanyol VS Belgia! Baca Lengkap Informasi Pertandingan Disini, Jadwal Hingga Wasit yang Bertugas!
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber