Siapkan Rotasi Juru Gedor, Pelatih Arema FC Berencana Kembali Mainkan Henrique

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:00 WIB
PUNYA BANYAK OPSI: Mauro Zijlstra (kanan) menggiring bola dalam laga melawan Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, beberapa waktu lalu. Dalam laga itu, dia bermain pada babak kedua.
PUNYA BANYAK OPSI: Mauro Zijlstra (kanan) menggiring bola dalam laga melawan Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, beberapa waktu lalu. Dalam laga itu, dia bermain pada babak kedua.

 KABUPATENRADAR MALANG- Opsi striker yang bisa dimainkan tim pelatih Arema FC berpotensi bertambah saat melawan PSM Makassar Minggu nanti (13/9). Itu menyusul, perkembangan pemulihan Gustavo Henrique berjalan dengan baik. Ada peluang untuk pemain asal Brasil itu kembali bermain pada pekan ke-2 kompetisi.

 ”Kami akan mempelajari permainan PSM Makassar terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan. Jika memang dibutuhkan, kami akan menurunkan pemain yang berbeda di lini depan (Henrique),” ujar Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos. Menurutnya, Henrique sudah menjalani pemulihan lebih dari satu bulan. Selama waktu itu, proses recovery anak asuhnya itu berjalan baik. Mampu melalui berbagai tahap pemulihan dengan maksimal.

 Pelatih berusia 47 tahun itu mengungkapkan, pihaknya memang sengaja tidak menurunkan Henrique pada laga perdana Super League. Itu karena, setelah berkonsultasi dengan dokter tim, Henrique masih belum mendapatkan lampu hijau untuk kembali ke bermain. Karena itu, menurunkan Gustavo Franca dan Mauro Zijlstra sebagai penyerang tengah.

 Marcos menjelaskan, keputusan menurunkan seorang pemain harus memiliki alasan yang kuat. Marcos tidak ingin memberikan kesempatan bermain hanya karena Henrique sudah pulih dari problem kaki. Kehadirannya di pertandingan harus berdasar pada kebutuhan taktik, kondisi fisik, dan kesiapan bermain. Tujuannya, supaya bisa bermain dengan maksimal.

 Menurut Marcos, Henrique bisa menjadi pilihan utama apabila Singo Edan ingin lini depan tim tampil lebih agresif. Anak asuhnya itu   punya kecepatan, insting cetak gol, dan bisa jadi pemain pertama yang melakukan pressing kepada lawan.

 Meski begitu, juru taktik berusia 47 tahun itu tidak ingin gegabah mengambil keputusan. Dia perlu waktu mempelajari kekuatan lawan selama beberapa hari mendatang. Untuk memastikan, siapa penyerang yang paling cocok melawan skema bertahan Juku Eja-julukan PSM.

 ”Kami akan menentukan strategi terbaik untuk menghadapi PSM Makassar terlepas siapa itu pemainnya. Kami percaya, (penyerang) kami turunkan bisa menjalankan tugas dengan baik,” jelas dia. Pada laga pertama Super League, sumber gol Arema FC banyak. Mulai dari Jhon Alfarizi, Marcos Vinicius, Diego Landis, sampai Mauro Zijlstra.

 Di tempat terpisah, fisioterapis Arema FC Reta Arroyan menilai ada peluang untuk Henrique comeback lebih cepat. Dia melihat progres pemulihan yang dijalani striker berusia 30 tahun itu berjalan baik. ”Kami tidak boleh terburu-buru memainkannya apabila dinilai masih belum tuntas (proses pemulihannya),” kata dia. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Gustavo Henrique Penyerang Singo Edan Arema FC VS PSM Makassar Marcos Santos