MALANG KOTA, RADAR MALANG – KONI Kota Malang mulai menjaring bibit atlet sejak usia SD dan SMP untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2029. Pemetaan dilakukan lebih awal agar atlet potensial memiliki waktu pembinaan yang cukup sebelum memasuki tahapan seleksi dan pemusatan latihan.
Langkah tersebut dilakukan melalui bimbingan teknis (bimtek) yang melibatkan KONI, Pemkot Malang, dan guru olahraga se-Kota Malang. Para guru menjadi salah satu pintu awal untuk menemukan siswa yang memiliki potensi di berbagai cabang olahraga.
Guru Olahraga Jadi Ujung Tombak Penjaringan
Guru olahraga dilibatkan untuk memetakan siswa yang memiliki potensi atletik sejak usia sekolah. Data tersebut nantinya dikumpulkan KONI Kota Malang sebagai bahan awal pembinaan jangka panjang.
Ketua KONI Kota Malang Djoni Sudjatmoko mengatakan, bibit atlet tidak hanya muncul dari pembinaan di tingkat perguruan tinggi, tetapi juga dapat ditemukan sejak bangku sekolah. Karena itu, pendataan perlu dilakukan jauh sebelum Porprov 2029 berlangsung.
Baca Juga: KONI Kabupaten Malang Perketat Pengelolaan Dana, Cabor Wajib Punya Rekening Resmi
“Atlet kami ini muncul baik dari sekolah maupun kuliah. Sehingga harus dilakukan pendataan untuk persiapan 2029 sejak sekarang,” tutur Djoni.
Menurut Djoni, penjaringan tersebut tidak dibatasi target jumlah atlet tertentu. KONI justru ingin mendapatkan sebanyak mungkin data atlet potensial untuk kemudian dipantau dan dibina secara berkelanjutan.
Data Atlet Disiapkan untuk Seleksi Pelatda
Data atlet potensial yang dikumpulkan dari guru olahraga akan menjadi dasar pembinaan hingga terlihat perkembangan masing-masing atlet. Dari proses tersebut, KONI nantinya dapat menentukan atlet yang paling potensial untuk mengikuti tahapan seleksi pemusatan latihan daerah (pelatda).
“Data atlet potensial dari guru ini kemudian kami kumpulkan agar mereka terus dibina. Sehingga terlihat mana yang paling potensial,” jelas Djoni.
Skema tersebut membuat proses pencarian atlet tidak berhenti pada penjaringan. Atlet yang masuk dalam pendataan akan memiliki kesempatan untuk mengikuti pembinaan dan dipantau perkembangannya sebelum memasuki persaingan di level Porprov.
Selain untuk menghadapi Porprov 2029, pembinaan sejak usia sekolah tersebut juga diarahkan sebagai investasi prestasi jangka panjang. KONI Kota Malang ingin memiliki regenerasi atlet yang berkesinambungan sehingga tidak bergantung pada satu generasi saat menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi.
Target Besar Mengarah ke Porprov 2031
Regenerasi atlet yang dimulai sekarang juga berkaitan dengan target KONI Kota Malang pada Porprov 2031. Djoni menyebut pembinaan tersebut diharapkan menjadi jembatan menuju target menjadi juara umum untuk pertama kalinya.
Dengan demikian, persiapan atlet tidak hanya berorientasi pada Porprov ke-14 pada 2027. Bibit yang ditemukan sejak tahun ini diharapkan berkembang melalui pembinaan bertahap sehingga dapat menjadi bagian dari kekuatan Kota Malang pada Porprov 2029 hingga 2031.
Editor : Aditya Novrian