MALANG KOTA -RADAR MALANG- Komposisi pemain asing Arema FC musim ini komplet. Slot penggawa ke-11 dihuni Samuel Otusanya yang berposisi sebagai striker. Kedatangan pesepak bola berusia 22 tahun itu membuat Singo Edan punya pemain asal Afrika lagi setelah dua musim terakhir.
Terakhir kali Arema FC memiliki pemain berasal dari Afrika terjadi pada kompetisi musim 2023/2024. Pada waktu itu, manajemen Singo Edan merekrut Ichaka Diarra dari tim asal Lebanon Al-Ansar FC. Kiprah pemain berposisi sebagai stoper itu tak lama bersama Singo Edan. Dia hanya bertahan setengah musim pada waktu itu.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, ada beberapa pertimbangan kembali merekrut pemain asal Afrika. Salah satunya, profil Samuel Otusanya dinilai cocok dengan strategi tim. ”Kami melihat Samuel (Otusanya) memiliki karakter penyerang yang sesuai dengan kebutuhan tim. Itu menjadi alasan kami mendatangkannya,” ujarnya.
Berdasar hasil scouting, kemampuan Samuel Otusanya sangat dibutuhkan Arema FC untuk tampil kompetitif di kompetisi. Itu karena, dia memiliki postur yang menunjang untuk melakukan duel udara. Ditambah lagi, memiliki kecepatan yang mendukung permainan transisi cepat yang diusung Marcos Santos.
Selain itu, penggawa anyar itu memiliki kemampuan bermain di banyak posisi. Bisa bermain sebagai penyerang tengah, lalu mampu mengisi pos winger. Berangkat dari itu, Samuel Otusanya dipilih tidak hanya berdasar asal negara saja.
Menurut pria kerap disapa Inal itu, eks penggawa Criciuma EC itu berpengalaman tampil di kompetisi Eropa dan Amerika Selatan. Memulai karier profesional bersama FK Haugesund di Liga Norwegia. Sebelum kemudian hijrah ke Liga Brasil bersama sejumlah klub Serie B pada musim 2024/2025.
Karena itu, Inal optimistis Samuel bisa segera menyesuaikan diri dengan sepak bola Indonesia. Dia diharapkan dapat langsung tune-in dengan tim untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027. ”Dengan usia yang masih muda, saya melihat dia masih punya ruang untuk berkembang. Harapannya, kedatangan Samuel dapat memberikan efek signifikan bagi permainan tim musim ini,” jelasnya.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menilai kedatangan Samuel bisa menjadi solusi atas problem kedalaman lini depan. Itu karena, mantan anak asuhnya di klub Nautico Clube Capibaribe tersebut dapat menjadi opsi untuk memecah kebuntuan dalam pertandingan. ”Sebagai penyerang muda, dia (Samuel) punya kemampuan yang bagus,” pungkas juru taktik asal Brasil tersebut. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo