Hadapi Persik Berbekal Produktivitas Gol, Paling Banyak Bobol Gawang Lawan

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 14:00 WIB
Gustavo Franca saat menghadapi PSM Makassar di BRI Super League. Sumber: Instagram/@aremafcofficial.
Gustavo Franca saat menghadapi PSM Makassar di BRI Super League. Sumber: Instagram/@aremafcofficial.

 MALANG KOTA-RADAR MALANG- Meski mempunyai pekerjaan rumah terkait penyelesaian akhir, Arema FC hadapi Persik Kediri bermodal produktivitas gol tinggi besok (18/9). Sampai pekan ke-2 BRI Super League, Singo Edan jadi tim dengan catatan gol tertinggi. Careca dan kawan-kawan mengoleksi tujuh gol dalam dua pertandingan.

 Sedangkan kontestan BRI Super League dengan jumlah gol tertinggi kedua dalam dua pertandingan terakhir Bali United. Kesebelasan berjuluk Serdadu Tridatu itu mencetak enam gol sampai pekan ke-2 kompetisi. Madura United menempati peringkat ketiga.

 Jumlah gol tersebut meningkat dibanding kompetisi pekan ke-2 musim 2025/2026. Pada waktu itu, anak asuh Marcos Santos mengoleksi lima gol. Mencetak empat gol saat melawan PSBS Biak dan satu gol kala berjumpa PSIM Jogjakarta. 

 Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos senang dengan capaian positif Gustavo Franca cs. Itu karena, penggawa Singo Edan mampu tampil tajam dalam dua laga saat bermain dengan skuad tak komplet. Bermain tanpa striker murni Gustavo Henrique.

 Menurutnya, strategi false nine juga baru diasah selama beberapa minggu sebelum laga pertama. Meski dalam waktu singkat, penggawa tim mampu menjalankan skema itu dengan baik. ”(Musim ini) kami bermain lebih agresif dan efektif. Itu membuat tim (Arema FC) bisa mendapatkan banyak gol,” ungkap nakhoda berusia 47 tahun itu.

 Dia menjelaskan kalau proses latihan yang optimal selama pramusim membantu pemain Arema FC terus berkembang. Johan Ahmat Farizi cs semakin paham bagaimana cara mengatasi kebuntuan saat dihadapkan strategi bertahan lawan. Menurutnya, laga Piala Presiden dan uji coba memberi banyak keuntungan.

 Dari pertandingan-pertandingan itu, pemain non striker bisa mengasah kemampuannya dalam mencetak gol atau mengkreasi peluang. Efek positifnya, gol-gol pada awal musim tak berasal dari satu nama. Tujuh pemain berbeda sudah mencetak gol. 

Bagi Marcos statistik tersebut menjadi modal penting saat melawan Persik Kediri. Menurutnya, klub berjuluk Macan Putih itu punya pertahanan yang baik. ”Kami harus terus berbenah dan berkembang agar lini depan tetap tajam (dalam pertandingan lawan Persik),” imbuhnya.

Di tempat terpisah, Center Back Arema FC Diego Landis mengatakan, hasil positif di dua pertandingan meningkatkan motivasi tim. Para pemain tim ingin menang besok. ”Gol pastinya meningkatkan kepercayaan diri. Kami akan berikan terbaik di laga nanti,” katanya. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
BRI Super League Arema FC vs Persik Kediri Singo Edan