RADAR MALANG-Minimnya jadwal kejuaraan yang digelar sampai akhir tahun ini tidak membuat aktivitas atlet Arung Jeram Kota Batu berhenti. Mereka tetap menjalani program latihan untuk menjaga kondisi fisik tetap prima. Selain itu, jeda tersebut juga dimanfaatkan untuk beradaptasi dengan peralatan baru.
Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kota Batu Ainul Sodikin mengungkapkan, sepanjang September hingga Desember, atlet akan dibiasakan menggunakan dayung jenis karbon. Alat tersebut memiliki bobot lebih ringan. Meski begitu, para atlet masih perlu beradaptasi karena sebelumnya terbiasa menggunakan dayung dengan bobot lebih berat dengan berbahan carliste.
”Bobot dayung alat baru jauh lebih ringan sehingga kayuhan atlet bisa lebih cepat. Namun, kami yang terbiasa menggunakan dayung lebih berat masih belum menemukan ritme yang tepat,” ujarnya. Dia menjelaskan, sejatinya para atlet pernah berlatih menggunakan dayung jenis baru tersebut selama 10 hari. Sayangnya, catatan waktu yang didapatkan belum sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Karena itu, dia akan menambah porsi latihan menggunakan peralatan baru tersebut. Langkah itu dilakukan agar atlet Kota Batu lebih terbiasa dengan tempo kayuhan yang lebih cepat. Dengan begitu, mereka diharapkan bisa mencatatkan waktu lebih baik dibandingkan saat menggunakan dayung sebelumnya. Harapannya, bisa meraih prestasi saat mengikuti kejuaraan.
Terkait proses adaptasi tersebut, Ainul menegaskan bahwa para atlet akan lebih dulu melatih kekuatan otot lengan. Proses tersebut diprediksi membutuhkan waktu cukup lama. ”Itu membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan,” ujarnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo