KABUPATEN –RADAR MALANG- Penggawa Arema FC enggan mengulangi cerita comeback dramatis saat melawan Persik Kediri di Stadion Kanjuruhan musim lalu. Singo Edan ingin memastikan kemenangan secara maksimal dengan cetak banyak gol, dan berusaha tak kebobolan. Demi mewujudkan misi itu, sejumlah strategi disiapkan anak asuh Marcos Santos dalam beberapa hari terakhir.
Salah satunya, menyiapkan antisipasi kelebihan klub berjuluk Macan Putih itu yang kerap unggul terlebih dahulu saat lawan Arema FC. Dalam enam pertemuan terakhir, kesebelasan identik kostum ungu itu selalu mampu mencetak gol dulu. Kemampuan itu membuat Persik menang lima kali.
Pada musim 2025/2026, bermain di Stadion Gelora Joko Samudro, Persik menang dengan skor 3-2. Dalam pertemuan putaran kedua kompetisi itu, gol Macan Putih tercipta pada menit 8, 28, 43. Sedangkan gol balasan Singo Edan tercipta pada 86 dan 90+6 (selengkapnya baca grafis).
Menyadari tantangan itu, Center Back Arema FC Diego Landis mengatakan, tim sudah menganalisis kekuatan dan kelemahan lawan. Dia yakin elemen tim sudah mengetahui apa yang harus dilakukan untuk bisa mengamankan tiga poin di kandang. ”Kami harus tetap berhati-hati dan tidak boleh menurunkan fokus agar bisa meraih hasil positif,” jelasnya.
Menurut pemain asal Brasil itu menjalani laga BRI Super League tak boleh lengah atau banyak membuat kesalahan. Hal itu bisa jadi bumerang yang menghukum tim. Laga melawan PSM Makassar beberapa waktu lalu jadi contohnya.
Saat itu, keunggulan Arema FC tak bisa untuk dipertahankan. Dampaknya harus rela membawa pulang satu poin dari Parepare. ”Kami sudah belajar dari laga sebelumnya. Evaluasi juga telah dilakukan. Semoga kami bisa raih tiga poin,” paparnya.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menyadari tantangan tersebut. Karena itu, memaksimalkan jeda singkat untuk menyiapkan tim. ”Laga ini (melawan Persik) merupakan pertandingan besar, jadi kami harus melakukan segala upaya untuk meraih kemenangan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, kalau waktu dua hari dimaksimalkan untuk mengasah tactical anak asuhnya. Memperbaiki konsentrasi di menit-menit akhir laga. Lalu meningkatkan ketajaman lini depan.
Menurutnya, untuk mengalahkan Macan Putih harus memiliki mentalitas pantang menyerah. Dia melihat, lawan punya motivasi tinggi untuk mencuri poin setelah berhasil menang pada pekan ke-2 kompetisi. ”Kami harus menjaga semangat menang, agar bisa terus tampil maksimal sampai akhir (laga),” imbuhnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo