MALANG KOTA –RADAR MALANG- Merasakan kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan tidak ingin kembali dirasakan Adi Satryo. Penjaga gawang asal Tangerang itu akan berjuang menambah catatan nirbobol pada pekan ke-3 BRI Super League. Sebelumnya, dia dan penggawa Singo Edan sukses mencatatkan clean sheet saat melawan Isenmulang Kalteng FC pada 4 September lalu.
Mantan kiper PSIS Semarang itu mengatakan, potensi kebobolan pada akhir laga tak bisa dipandang sebelah mata. Itu karena, bisa mengubah hasil pertandingan. Selain itu, saat akhir pertandingan fisik dan konsentrasi pemain mulai menurun.
”Kalau kami bermain dengan garis pertahanan rendah, saya dan (pemain) lini belakang harus menjaga konsentrasi untuk menjaga kedudukan dan mengamankan poin maksimal,” ujar pemain bernomor punggung 31 itu. Menurutnya, target saat bermain di kandang tiga poin. Apalagi pada laga sebelumnya, Arema FC hanya bermain imbang saat melawan PSM Makassar.
Pesepak bola berusia 24 tahun itu menjelaskan, terdapat beberapa faktor kemasukan gol pada menit krusial saat melawan PSM. Di antaranya, tensi permainan yang tinggi menjelang berakhirnya laga. Ditambah dengan kondisi stamina lini belakang yang lelah setelah meredam serangan lawan.
Berbekal pengalaman bermain melawan PSM Makassar, Adi merasa dirinya dan rekan setim harus lebih aktif dalam melakukan koordinasi dengan pemain bertahan. Saling berkomunikasi mengenai siapa saja pemain Persik yang harus di jaga. Begitu juga dengan ruang mana saja yang perlu ditutup untuk mencegah lawan mencetak gol.
Dia mengungkapkan, sejatinya hal itu sudah sering dilakukan selama bermain bersama Walisson Maia dan Diego Landis. Namun, dalam situasi tertentu, Adi merasa perlu memberikan peringatan secara ekstra kepada rekan setim. Tujuannya, bisa menggalang pertahanan yang semakin solid. ”Tidak hanya harus komunikatif, jika perlu kami harus lebih marah-marah terhadap pemain bertahan saya (Arema FC),” tandasnya.
Dalam laga sebelumnya melawan Persik, gawang Arema FC tak pernah nirbobol. Musim lalu dalam dua pertemuan kemasukan empat gol. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo