KABUPATEN MALANG, RADAR MALANG - Arema FC kembali menuai hasil imbang. Menghadapi Persik Kediri, kemarin sore (18/9), Careca dkk gagal mendulang poin penuh. Hasil tersebut membuat Singo Edan harus puas mengakhiri laga dengan satu poin untuk kedua kalinya secara beruntun.
Dalam pertandingan tersebut, tim besutan Marcos Santos harus dikejutkan dengan gol cepat tim berjuluk Macan Putih. Pada menit ke-6, bola rebound dari sepakan pojok berhasil diselesaikan Zanadin Fariz dari luar kotak penalti.
Kondisi tersebut membuat Arema FC tampil lebih agresif meski tidak menurunkan striker murni. Pada Menit 29, Arkhan Fikri dilanggar stopper Persik Junheong Park di kotak penalti.
Careca yang menjadi eksekutor mampu menjalankan tugasnya dengan mengirim bola ke pojok kanan gawang yang dijaga Andihka Ramadhani. Skor 1-1 bertahan sampai turun minum.
Pada interval kedua, Arema FC berupaya tampil lebih agresif. Mereka menurunkan beberapa pemain yang kuat dalam aspek fisik dan piawai memanfaatkan skema set piece.
Seperti Alfeandra Dewangga, Gustavo Franca, serta pemain baru Samuel Otusanya. Sayangnya, berbagai peluang yang didapatkan tidak berbuah gol sampai akhir laga.
Seusai laga, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos tidak menampik timnya memang mendapatkan dua gol yang dianulir. Namun, dia merasa hal itu tidak perlu dipermasalahkan karena sudah ditinjau melalui VAR.
”Yang menjadi masalah adalah banyaknya momentum kami yang hilang karena pelanggaran yang dilakukan lawan,” ujar juru taktik asal Brasil itu.
Menurut dia, 21 pelanggaran yang dilakukan Persik membuat serangan mereka harus dibangun dari awal. Meski mereka kerap melancarkan set piece berbahaya, namun kesempatan dari open play menjadi berkurang dan membuat upaya mencetak gol menjadi kurang optimal.
Dia menyebut peluang tersebut bisa dimaksimalkan apabila mereka memiliki pemain nomor sembilan yang fit. Sementara itu, di dalam skuad, Samuel Otusanya dan Mauro Zijlstra dinilai belum mencapai kebugaran 100 persen.
”Meski kami gagal meraih poin penuh, kami punya modal bagus dalam menciptakan peluang. Apabila mereka tampil dalam keadaan seratus persen, kami yakin bisa lebih efektif dalam meraih kemenangan,” jelasnya.
Senada dengan sang pelatih, gelandang serang Arema FC Careca menyebut bila timnya memang mendapatkan banyak peluang pada interval kedua. Ke depan dia menyebut bahwa timnya harus punya cara untuk menjaga momentum.
Agar kesempatan di depan gawang bisa langsung terkonversi menjadi gol. ”Detail-detail kecil harus kami perbaiki agar di pertandingan berikutnya bisa kembali berada di jalur kemenangan,” kata dia.
Sementara itu, Pelatih Kepala Persik Kediri Marcos Reina mengaku sedih timnya gagal membawa poin penuh. Itu karena dia menganggap timnya bisa menguasai jalannya laga selama 70 menit. ”Sayangnya kami harus digempur 15 menit terakhir dan tidak bisa menambah gol sampai akhir pertandingan,” kata dia.
Meski begitu, Reina bersyukur timnya mampu bertahan dengan baik. Tidak hanya meredam serangan dari winger cepat, namun juga dari skema set piece. Dia merasa itu bisa menjadi modal bagus untuk menatap laga berikutnya setelah jeda internasional. (zan/by)
Editor : Bayu Mulya Putra