MALANG, RADAR MALANG - Pelatih Anggar Kota Malang harus memutar otak meningkatkan performa atlet yang disiapkan untuk hadapi Porprov Jatim tahun depan. Itu karena, pada edisi 2027 terjadi perubahan batasan usia atlet. Dari sebelumnya 23 tahun, kini menjadi 25 tahun. Karena itu, persaingan bakal lebih ketat.
Ketua Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Malang Pieter Esau Pattir adjawane menjelaskan, situasi tersebut memberikan tantangan. Tapi, sekaligus memberikan ruang untuk atlet muda terpacu terus berkembang. ”Usia paling tua dari atlet kami 22 tahun, sementara sisanya banyak yang lebih muda lagi,” katanya.
Baca Juga: HBA Kota Malang Andalkan Atlet Berpengalaman saat Kejurnas
Menurutnya, gap usia dalam atlet bisa memberikan dampak yang signifikan saat saling bertanding. Itu karena, umur yang lebih tua memiliki kondisi fisik lebih kuat. Umumnya, mereka juga punya jam terbang tinggi karena sudah mengikuti beragam kejuaraan.
Meski begitu, dia percaya problem tersebut bisa diantisipasi dengan berbagai cara. Seperti menurunkan atlet usia remaja di kategori beregu untuk bisa mengasah mental bertanding, dibantu atlet yang lebih senior. Sementara untuk atlet yang sudah banyak pengalaman dan fisik ideal akan turun di kategori perorangan.
Selain itu, dirinya memastikan akan meningkatkan porsi latihan. Tujuannya, untuk menguatkan aspek fisik dan mental dengan baik.
Editor : Aditya Novrian