Malang, Radar Malang – Sebuah kabar kurang baik datang dari Timnas Swiss. Menjelang pelaksanaan UEFA Nations League, Timnas Swiss dipastikan tidak akan diperkuat oleh gelandang mereka, Granit Xhaka.
Absennya Granit Xhaka dari Timnas Swiss merupakan imbas dari permasalahan keaslian sertifikat vaksin yang dimiliki mantan pemain Arsenal tersebut.
Keputusan untuk menepi dari Timnas Swiss tersebut telah diambil oleh Granit Xhaka setelah berdiskusi dengan pimpinan Asosiasi Sepak Bola Swiss (SFV).
Terbaru, Granit Xhaka akhirnya buka suara terkait isu ini. Dirinya secara terbuka mengakui kesalahannya dan mengungkapkan penyesalannya atas perbuatan yang telah dilakukannya di masa lalu.
Baca Juga: Resmi Lolos ke Piala Dunia 2026, Ini 26 Nama Skuad Timnas Swiss
Baca Juga: Argentina vs Swiss di Semifinal Piala Dunia 2026, Begini Rekor Panas Kedua Tim
Lebih lanjut, pemain Sunderland tersebut mengungkapkan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas perbuatan tersebut.
"Dalam beberapa hari terakhir, muncul pemberitaan terkait persoalan saya ini. Saya ingin membereskannya sendiri. Terkait vaksin Covid-19, saya saat itu ragu dan berpikir dua kali soal itu. Saya tidak percaya dengan vaksin dan dibayangi kekhawatiran serta ketakutan," kata Xhaka, dilansir dari Detik.
"Dalam keadaan pikiran yang kacau ini, saya malah memperoleh sertifikat vaksin, alih-alih mengklarifikasi pertanyaan-pertanyaan saya yang belum terjawab dengan cara yang semestinya,"
"Hari ini saya melihat dengan jelas, bahwa cara ini tidak benar. Itu adalah sebuah kesalahan. Saya minta maaf,"
"Saya bertanggung jawab atas keputusan ini, akan terlibat dalam proses pengumpulan fakta, dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang terkait." Ungkap Granit Xhaka, dilansir dari BBC.
Baca Juga: Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina vs Swiss, Siapa yang Melaju ke Semifinal?
Di sisi lain, Presiden SFV, Peter Knaebel, memberikan tanggapan positif atas sikap Granit Xhaka yang bersedia untuk bertanggung jawab.
Terkait pengakuan yang dibuat Xhaka belum lama ini, ia juga mengungkapkan bahwa keputusan untuk angkat bicara tersebut sebelumnya telah diungkapkan kepadanya.
"Granit Xhaka memberi tahu kami tentang situasi tersebut kemarin malam dan pada saat yang sama mengatakan bahwa dia akan berkomentar secara terbuka dan bertanggung jawab,"
Baca Juga: Prediksi Swiss vs Kanada: Siapa Juara Grup B?
"Kami menyambut baik langkah Granit ini. Pada saat yang sama, kami sampai pada kesimpulan bersama bahwa menyelesaikan pertemuan ini tanpa dirinya adalah demi kepentingan terbaik tim." Kata Knaebel dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Reuters.
Kini, laporan dari BBC mengungkapkan bahwa penyelidikan atas kasus Granit Xhaka tengah dilakukan oleh kantor kejaksaan kota Lucerne.
Adapun Granit Xhaka sendiri akan menjalani proses pemeriksaan di kantor kejaksaan atas kasus keaslian sertifikat Covid-19 tersebut pada awal Oktober.
Dengan demikian, pemain yang mengoleksi sebanyak 152 caps tersebut akan melewatkan pertandingan melawan Timnas Makedonia, Skotlandia, dan Slovenia.
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber