SURABAYA - Atmosfer sepak bola mini atau akrab disebut mini football tengah berkembang dalam beberapa waktu terakhir. Selain jadi alternatif kegiatan olahraga hiburan, mulai banyak event yang berlangsung. Perkembangan itu disambut baik pengurus Komite Sepak Bola Mini (KSMI) Jawa Timur.
”Kalau saya keinginannya bisa mengakomodasi semua bibit-bibit muda. Bisa memberi kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun tanpa memandang latar belakangnya,” kata Ketua KSMI Jatim Johny Hartono Poernomo saat berdiskusi dengan Jawa Pos Radar Malang di Surabaya, Senin lalu (21/9).
Dalam pertemuan itu turut hadir Director of Business Development & Strategic Partnership KSMI Jatim Jane Permana, General Manager Jawa Pos Radar Malang M. Atho’illah, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Malang Bayu Mulya Putra, dan Ketua KSMI Kota Malang Bagus Irmawanto.
Dalam diskusi yang berlangsung 1,5 jam itu, Johny turut menyampaikan rencana pihaknya membuat event di wilayah pesisir. ”Rencananya (event) kelas amatir, untuk bapak-bapak nelayan usia 30 tahun ke atas. Venue-nya di Banyuwangi,” tambah dia. Event serupa juga dipersiapkan untuk kelompok umur 13 dan 15. Khususnya di wilayah Jawa Timur.
Diskusi itu juga mencuatkan rencana sertifikasi lapangan mini football di wilayah Jatim. Jane Permana menjelaskan, munculnya banyak lapangan mini football belum diimbangi dengan standar regulasi.
Contohnya untuk ukuran lapangan. Harusnya, panjang minimalnya 45 meter dan maksimal 50 meter. Sementara lebar minimalnya 25 meter dan maksimal 30 meter.
”Dalam proses sertifikasi itu kita bisa menggandeng teman-teman Jawa Pos Radar untuk publikasinya,” kata Jane. Regulasi selanjutnya berkaitan dengan ukuran gawang, yang harusnya memiliki lebar 4 meter dan tinggi 2 meter.
”Juga jumlah pemain, yang sekarang regulasinya 6 vs 6,” imbuh mantan karyawan Jawa Pos itu. Jane turut membuka peluang bagi guru-guru olahraga untuk berkecimpung di bidang mini football. Baik sebagai pelatih maupun wasit.
”Kesempatan pembibitan dan pembinaan tidak hanya untuk guru olah raga, namun juga anak-anak muda di karang taruna. Kita berencana memberikan edukasi gratis agar lebih sehat dan produktif,” papar Jane. Program itu, ditambahkan salah satu tujuannya untuk mewujudkan kampanye Indonesia Emas.
Bagus Irmawanto, Ketua KSMI Kota Malang turut memberi masukan terhadap standarisasi wasit untuk pertandingan mini football. ”Kami berharap rekomendasi untuk lisensi wasit bisa dimasifkan,” kata dia.
Masukan itu pun langsung disanggupi KSMI Jatim. Dukungan penuh terhadap event-event mini football juga disampaikan KSMI Jatim.
Yang sekarang tengah berlangsung yakni Bahlil Mini Football Asyik Menuju Puncak. Event untuk pelajar SMA/SMK sederajat di Jawa Timur. Final regional berlangsung Oktober mendatang. Mempertemukan juara-juara dari 11 zona Jawa Pos Radar.
”Itu menjadi event mini football pertama yang digagas Golkar Jatim dan dieksekusi Jawa Pos Radar di Jawa Timur,” kata Atho’. Wasit untuk final regional bakal dipimpin delegasi dari KSMI Jatim. (by)
Editor : Bayu Mulya Putra