Malang, Radar Malang – Pada bursa transfer musim panas 2026/2027, Tijjani Reijnders resmi meninggalkan Manchester City setelah hanya bertahan semusim berseragam The Cityzens.
Al-Qadsiah berhasil mencapai kesepakatan dengan Manchester City untuk menebus pemain Timnas Belanda tersebut dengan harga 60 juta euro.
Dalam menunjukkan minatnya pada Tijjani, Al-Qadsiah datang dengan membawa kontrak berdurasi 5 tahun dengan total gaji sebesar 100 juta euro.
Dengan jumlah gaji yang diberikan tersebut, Tijjani tidak menampik bahwa gaji merupakan salah satu faktor penting yang membuatnya pindah ke klub berjuluk Fares Al Sharqiya tersebut.
Baca Juga: Tijjani Reijnders Bersinar dengan Dua Gol dalam Kemenangan AC Milan
"Tentu saja itu berperan, kalau tidak, Anda tidak akan pergi ke sana. Tapi itu juga berlaku untuk transfer domestik di Inggris. Saya juga tidak akan pergi ke klub dengan bayaran lebih rendah. Itu tentu saja berperan,” jelas Tijjani, dilansir dari Voetbalprimeur.
Terlebih, Tijjani menjelaskan bahwa gaji yang diterimanya tersebut memungkinkan dia untuk memberikan kehidupan yang layak bagi generasi keluarganya.
“Saya tidak ingin bekerja lagi setelah karier saya. Lagipula saya tidak perlu bekerja setelah dari City, tetapi sekarang saya dapat memberikan fondasi yang baik untuk generasi keluarga saya dalam hal itu,"
Lebih lanjut, kakak dari Elliano Reijnders menjelaskan bahwa keputusannya untuk pindah ke Arab Saudi ini ia pikirkan secara matang.
Selain itu, ia juga berdiskusi dengan klub dan pelatih Al-Qadsiah, Brendan Rodgers, sebelum mengambil keputusan untuk bergabung dengan Al-Qadsiah.
Baca Juga: Momen Tijjani Reijnders Dukung Eliano Debut Bersama Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
"Ini melibatkan banyak pertimbangan,"
"Saya juga tidak menyangka akan pergi ke Arab Saudi pada usia 28 tahun. Setelah pembicaraan dengan klub dan pelatih, mereka memberi saya perasaan yang sangat baik. Bahwa saya bisa berkembang di sana. Setelah beberapa tahun, Anda juga bisa kembali ke lapangan Eropa. Itu adalah faktor penentu." Jelas Tijjani.
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber