Terungkap, Salah Satu Pekerja Rumah Singo Edan sebelum Kembali Berlaga di BRI Super League

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 14:00 WIB
PUNYA PR: Gelandang Arema FC Arkhan Fikri berebut bola dengan pemain Persik Kediri dalam laga BRI Super League pekan ke-3, beberapa waktu lalu. (Darmono)
PUNYA PR: Gelandang Arema FC Arkhan Fikri berebut bola dengan pemain Persik Kediri dalam laga BRI Super League pekan ke-3, beberapa waktu lalu. (Darmono)

 KABUPATEN -RADAR MALANG- Hasil kurang memuaskan dalam dua laga terakhir memberikan pelajaran berharga bagi penggawa Singo Edan. Mereka merasa ada sejumlah aspek yang perlu untuk ditingkatkan selama jeda internasional. Salah satunya, dalam segi permainan elemen tim harus lebih berani untuk menguasai bola.

 Gelandang Arema FC Arkhan Fikri mengatakan, saat kurang mampu mengontrol laga akan membuat tim kesulitan raih hasil maksimal. Laga melawan Persik Kediri pekan lalu disebutnya, jadi salah satu contohnya. Singo Edan bisa berbalik menekan lawan saat akhir babak kedua setelah perlahan mendapatkan ritme permainan dengan banyak menguasai bola.

 ”Kami memang masih belum bisa menjalankan permainan yang bagus di dalam lapangan. Seharusnya kami tidak takut lama-lama memegang (menguasai) bola,” ungkap pemain bernomor punggung delapan itu. Menurutnya, tidak ada salahnya apabila tim lebih berani mengambil inisiatif possession ball. Khususnya, saat melawan tim dengan organisasi permainan yang baik.

 Possession game dalam laga pertama terbukti memberikan keuntungan dalam menyerang maupun mempertahankan kedudukan. Meski tak mendominasi sepanjang laga saat melawan Isenmulang Kalteng FC, 387 umpan sukses Singo Edan berbuah empat gol. Saat itu, Arema FC berhasil menang 4-0.

 Sedangkan saat melawan PSM Makassar dan Persik Kediri, penguasaan bola Arema FC tak sampai 50 persen. Lawan membuat, Singo Edan harus bertahan. Tapi, untungnya masih berhasil menciptakan gol.

 Pesepak bola asal Serdang Bedagai itu menjelaskan, kalau saat menghadapi PSM Makassar dan Persik Kediri, tim cenderung bermain defensif. Hal itu mengakibatkan lawan leluasa dalam menciptakan peluang. Akibatnya, meraih satu poin.

 Menurut Arkhan, problem yang terjadi di laga sebelumnya sangat bisa untuk diperbaiki. Dia yakin karena Singo Edan punya skuad bisa melakukan upaya itu. Melalui berbagai program yang disiapkan tim pelatih, dia dan rekan setim bisa mengasah strategi saat tim sedang menguasai bola.

 ”Dengan latihan, kami pasti jadi tahu (apa yang perlu ditingkatkan) satu sama lain saat pertandingan ke depan,” jelasnya. Baginya, jadi sebuah hal yang wajar saat ada aspek perlu ditingkatkan. Upaya memperbaiki itu akan membuat Singo Edan kian kompetitif.

Senada dengan Arkhan, Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos merasa ada aspek perlu ditingkatkan. Tak terkecuali terkait skema permainan. ”Kami beruntung punya waktu yang cukup panjang untuk memperbaikinya.” kata dia. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
evaluasi arema fc Arema FC BRI Super League Singo Edan