RADAR MALANG-Cabor Anggar Kota Malang mengusung dua misi penting jelang mengikuti Kejurda Jatim 2026 pada November mendatang. Mereka tidak sekadar gunakan ajang itu untuk meningkatkan jam terbang atlet. Lebih jauh, juga hendak memantau kekuatan dari daerah lain melalui ajang tersebut.
Ketua Umum Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) Kota Malang Pieter Esau Pattiradjawane menjelaskan, pihaknya ingin melihat beberapa daerah yang turun di kategori degen. Nomor pertandingan tersebut cukup merata dan tidak didominasi satu sampai dua daerah saja. Tidak seperti di nomor floret dan sabel yang dikuasai kota-kota besar.
”Karena digelar di Surabaya, kami ingin melihat kompetitor seperti apa perkembangan dan kekuatan atletnya,” katanya. Menurutnya, strategi tersebut cukup penting. Itu karena, mereka bisa mencari apa saja kelebihan dan kekurangan setiap individu dari daerah tersebut.
Dari situ, dia bisa memetakan atlet Kota Malang mana saja yang punya peluang untuk bersaing. Dia akan melihat karakteristik bermain dan kelebihan anak asuhnya. Kondisi tersebut tidak hanya berlaku saat kejuaraan bergengsi, tetapi juga saat berjumpa di kejuaraan terbuka maupun tingkat nasional.
”Dari pengamatan tersebut, kami bisa mengetahui daerah mana saja yang harus diwaspadai dan daerah mana saja yang memberikan peluang besar untuk mendapatkan kemenangan,” ujarnya. Harapannya, dari pengamatan tersebut bisa punya banyak persiapan menghadapi kontingen unggulan di ajang berikutnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo