Rekrutan Asing Tajam, Pemain Lokal Butuh Waktu Statistik Amunisi Anyar Singo Edan

Galih R Prasetyo • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 14:00 WIB
TAK BOLEH PUAS: Para pemain Arema FC merayakan gol ke gawang PSM Makassar dalam laga pekan ke-2 BRI Super League di Stadion B.J. Habibie, Parepare, 13 September.
TAK BOLEH PUAS: Para pemain Arema FC merayakan gol ke gawang PSM Makassar dalam laga pekan ke-2 BRI Super League di Stadion B.J. Habibie, Parepare, 13 September.

 KABUPATEN –RADAR MALANG-Dari tiga laga Arema FC di kompetisi musim ini, performa penggawa anyar beragam. Ada yang langsung klop dengan beri kontribusi gol. Tapi, ada juga yang belum mendapatkan kesempatan bermain (selengkapnya baca grafis).

 Amunisi anyar sudah mencatatkan namanya di papan skor adalah Diego Landis, Marcos Vinicius, Careca. Nama terakhir itu, untuk sementara jadi top skor tim. Sedangkan Samuel Otusanya langsung jalani debut pada pekan ke-3 kompetisi setelah beberapa hari berlatih dengan tim.

 Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menjelaskan, kontribusi positif para pemain asing tidak lahir dengan sendiri. Sebelum menyumbang gol atau assist, mereka memerlukan waktu untuk adaptasi. Momennya terjadi pada Piala Presiden 2026.

 ”Para pemain (asing) baru musim ini memang menunjukkan performa yang bagus sejauh ini. Itu merupakan buah dari latihan yang dipersiapkan sejak pramusim,” ujar juru taktik asal Brasil itu. Menurutnya, ada banyak perbaikan yang dilakukan tim pelatih setelah turnamen. Upaya itu untuk membuat legiun asing anyar segera tune-in.

 Sedangkan terkait dengan pemain lokal baru, Marcos tidak menampik kalau beberapa nama masih belum mendapatkan kesempatan bermain. Hanya Robi Darwis, Alfeandra Dewangga, dan Mauro Zijlstra yang sudah berlaga. Zijlstra berhasil cetak satu gol.

 Meski begitu, dia pastikan bukan berarti pemain-pemain yang belum bermain tak masuk skema pelatih. Menurutnya, semua amunisi anyar lokal punya kualitas dan didatangkan sesuai kebutuhan tim. ”Kualitas pemain baru yang direktur (musim ini) jauh meningkat. Hanya tinggal menunggu waktu untuk mereka mendapatkan kesempatan berlaga,” kata pelatih berusia 47 tahun itu.

 Marcos menjelaskan, pemilihan starting eleven atau siapa yang berlaga ditentukan banyak aspek. Mulai dari kondisi fisik pemain, kesiapan bermain, hasil latihan, sampai kebutuhan tactical. Dia menjabarkan, laga sepak bola selalu berjalan dinamis. Untuk itu, perlu memilih pemain yang tepat.

 Dia mencontohkan, Arema FC tentunya tidak akan langsung menurunkan Gustavo Henrique dan Hanif Sjahbandi setelah pemulihan, kendati keduanya punya kualitas. ”Semua pemain di tim ini penting. Tim pelatih butuh kemampuan terbaik mereka di kompetisi. Tapi, kami harus tetap menyesuaikan situasi,” katanya. 

Di tempat terpisah, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengungkapkan, tidak boleh terlalu cepat menilai performa pemain anyar. Menurutnya, kompetisi masih panjang. ”Kami perlu melihat bagaimana perkembangan pemain (baru) dalam beberapa laga mendatang,” jelas pria asal Bogor itu. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
pemain anyar Arema FC Performa Pemain Arema FC Singo Edan