Malang, Radar Malang – Tuan rumah Asian Games 2026, Jepang, kembali menambah koleksi medali emasnya di turnamen kali ini.
Prestasi yang membanggakan tersebut datang dari cabang olahraga e-sports nomor game Puyo Puyo Champions.
Menariknya, penghargaan untuk ajang olahraga tertinggi di Asia tersebut diraih oleh seorang atlet bernama Yuki Kurihara yang masih berusia 11 tahun.
Baca Juga: Ubed Jadi Penentu! Indonesia Rebut Emas Pertama Asian Games 2026, Begini Katanya
Baca Juga: Alwi Farhan Sumbang 1-2 Bulutangkis Asian Games 2026 , Indonesia vs China
Kurihara berhasil menyabet medali emas setelah berhasil mengalahkan atlet Korea Selatan bernama Kang Dongshin yang usianya terpaut jauh darinya, yaitu 24 tahun.
Pada final tersebut, Kurihara sempat tertinggal 1-0 dari Dongshin. Namun, Kurihara dapat membalikkan keadaan dan mengunci medali emas di akhir dengan skor 10-2.
Sebelumnya, Kurihara juga sempat mengalahkan atlet Thailand bernama Tanarak Wongkitkun yang usianya 17 tahun lebih tua. Atlet berusia 28 tahun tersebut harus kandas di partai semifinal dengan skor 10-1 melawan Kurihara.
Lebih lanjut, Kurihara mengaku malu setelah memenangkan medali emas tersebut. Namun, ia merasa senang dengan prestasi yang ia raih tersebut.
Baca Juga: Timnas Voli Putri Indonesia Tantang Tuan Rumah Jepang di Asian Games 2026
Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Asian Games Beraksi Hari ini, Basket dan Voli Siap Tempur!
“Sejujurnya, saya merasa agak malu, jadi saya tidak bisa benar-benar menunjukkan ekspresi atau banyak mengubah raut wajah,” jelasnya.
“Saya sangat senang. Medali emasnya benar-benar indah, berkilau, dan berat,” ujarnya.
“Selain itu, bonekanya sangat lucu, dan keren juga karena warnanya emas.” Jelas Kurihara, dilansir dari Al Jazeera.
Ya, di usianya yang masih 11 tahun tersebut, saat ini Kurihara masih berstatus sebagai siswa sekolah dasar di Jepang.
Baca Juga: Tim Esport Indonesia Siap Turnamen di Asian Games 2026, Incar Medali Emas
Baca Juga: Timnas Indonesia Bentuk Duet Baru, Fadia-Joaquin Kejar Chemistry di Asian Games 2026
Dengan usia Kurihara saat ini, ia merupakan atlet termuda yang bertanding di ajang Asian Games di Aichi-Nagoya tahun 2026.
Di sisi lain, tidak ada catatan umum dari Asian Games mengenai kontestan termuda yang mengikuti kompetisi ini sejak awal diselenggarakan pada tahun 1951.
Meski demikian, terdapat beberapa atlet muda yang diketahui mendapatkan medali di Asian Games, seperti atlet asal Indonesia bernama Bunga Nyimas yang meraih medali perunggu dalam cabang olahraga skateboarding pada usianya yang ke-12 tahun di Asian Games 2018.
Selanjutnya, ada Cui Chenxi yang berusia 13 tahun saat ia berhasil meraih medali emas di cabang olahraga yang sama dengan Bunga di Asian Games 2022.
Baca Juga: 16 Tim E-Sports PUBG Mobile Bersaing di Grand Final PON XX Papua 2021
Baca Juga: Tim Muda Indonesia Raih Perak di Tokyo International Youth Sports Games 2026
Kini, Yuki Kurihara resmi bergabung dengan nama-nama atlet di atas setelah meraih medali emas di cabang olahraga e-sports nomor game Puyo Puyo Champions.
Sejatinya, game tersebut bukanlah hal yang baru bagi Kurihara. Kurihara telah akrab dengan game tersebut pada tahun pertamanya di sekolah dasar.
Ia juga telah mendapatkan lisensi pro-nya pada April ini dan telah sering mengalahkan pemain lain yang usianya lebih tua.
Adapun Puyo Puyo sendiri merupakan game puzzle seperti Tetris yang dikembangkan di Jepang. Pada game tersebut, pemain disuruh menyusun dan mencocokkan minimal empat gumpalan warna yang sama agar meletus secara beruntun demi menimbun layar lawan dengan sampah hingga mereka kalah.
Baca Juga: Meski Non-Pelatnas, Jojo dan Sabar/Reza Berpeluang Bela Indonesia di Asian Games
Baca Juga: Kurang 30 Hari, Bulu Tangkis Indonesia Bidik Satu Emas di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
Editor : Aditya N. Rian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber