KABUPATEN- RADAR MALANG-Gelandang Arema FC Gustavo Franca merasa legawa kembali tidak bermain di posisi asli musim ini. Dalam tiga pertandingan terakhir Singo Edan di BRI Super League, pemain bernomor punggung 10 itu diminta bermain sebagai false nine. Itu akibat, Arema FC belum bisa memainkan Gustavo Henrique.
Pada musim 2025/2026, pemain yang berposisi asli sebagai gelandang itu sempat dicoba untuk bermain melebar. Dia mengisi posisi winger dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1. Selama mengisi posisi false nine, sudah mencetak satu gol dan satu assist.
Pesepak bola berusia 28 tahun itu mengatakan, memainkan peran false nine bukan pertama kali dia lakukan. Franca pernah melakukan tugas serupa saat masih berseragam Persija Jakarta. Baik itu, saat turun sebagai starting eleven maupun jadi pemain pengganti.
”Saya sudah semakin nyaman bermain di posisi nomor sembilan,” ungkap Franca. Untuk bisa mencapai performa saat ini, dirinya perlu merasakan proses latihan panjang. Harus melakukan beberapa penyesuaian terkait pemahaman tugas dan strategi selama masa pramusim.
Menurutnya, upaya tersebut untuk mengasah insting mencetak gol. Sebelumnya, saat bermain sebagai gelandang serang dan winger tugas utamanya adalah mendukung para penyerang. Berusaha membantu mereka cetak gol.
Sedangkan saat bermain sebagai false nine, dia dituntut mencetak gol sekaligus menunjang permainan. Dalam beberapa momen, dia harus turun ke tengah untuk menjemput bola dari lini kedua dan mengalirkan ke depan. Lalu, terkadang juga menggiring bola untuk memecah pertahanan lawan.
Dia merasa, peran false nine membuatnya semakin percaya diri dalam menghadapi kompetisi Super League musim ini. Itu karena, punya kans besar diturunkan di tiga posisi berbeda, yakni gelandang serang, winger, dan striker. ”Urusan bermain di posisi mana tidak bisa saya menentukan sendiri, karena itu keputusan di tangan pelatih. Saya hanya perlu memaksimalkan tugas yang diberikan untuk membantu tim menang,” imbuhnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo