KABUPATEN - Setelah jeda internasional, Arkhan Fikri dan kawan kawan harus bersiap menghadapi jadwal padat pada bulan Oktober. Penggawa Arema FC harus melakoni lima kali pertandingan dalam 22 hari mulai 10 Oktober sampai 31 Oktober. Tiga laga yang dihadapi di antaranya bakal berlangsung di Stadion Kanjuruhan.
Pertandingan kandang perdana bulan ini digelar pada (10/10), saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC. Sementara itu, laga home berikutnya akan digelar pada akhir bulan.
Singo Edan bakal berjumpa Dewa United Banten FC pada (25/10) dan Bali United FC (31/10). Di antara laga kandang tersebut, Arema FC akan melakukan perjalanan away ke Bogor untuk melawan Garudayaksa FC. Lalu, ke Jakarta untuk melawan Persija Jakarta.
Baca Juga: Torehan Offside Arema FC Tembus 9 Kali, Tertinggi di Awal Musim Super League
Asisten Pelatih Arema FC Andre Caldas mengungkapkan, jadwal padat sejatinya memberikan tantangan besar. Itu karena, dalam periode tersebut mereka bisa saja kehilangan beberapa pemain karena masalah kebugaran maupun sanksi larangan pertandingan. ”Kami harus berhati-hati dalam menangani banyaknya jadwal (pertandingan) dalam waktu yang singkat,” ungkap asisten pelatih berusia 38 tahun itu.
Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi batu sandungan apabila tidak ditangani dengan tepat. Pemain yang absen berpotensi mengurangi kekuatan tim dalam bertanding. Meski begitu, situasi tersebut bukan pertama kali dirasakan Arema FC.
Dia menjabarkan, kalau tim pelatih Singo Edan sudah belajar bagaimana mengantisipasi jadwal padat pada kompetisi musim lalu. Karena itu, program latihan akan berperan penting untuk menjaga kondisi pemain tetap fit sepanjang bulan.
”Dengan persiapan tersebut, saya percaya para pemain bisa dalam kondisi fisik dan pikiran yang segar untuk menatap pertandingan yang padat,” imbuhnya.
Baca Juga: Nonton BRI Super League Cuma Rp1, BRI Hadirkan Tiket Harga Spesial Eksklusif Lewat BRImo
Sementara itu, Stoper Arema FC Walisson Maia mengungkapkan, kalau jadwal padat seharus nya bisa ditangani dengan mudah. Itu karena, situasi tersebut bukan pertama kali dirasakan tim. Elemen tim punya cara untuk mengantisipasi tantangan jadwal padat.
”Saya yakin kedalaman skuad itu akan berguna saat menghadapi situasi seperti ini (jadwal padat kompetisi),” imbuhnya.
Editor : Aditya N. Rian