MALANG – Aremania mulai menyoroti penampilan Arema FC yang belum konsisten dalam tiga laga awal BRI Super League 2026/2027. Mereka menilai permainan Singo Edan belum sesuai ekspektasi karena tak mampu tampil atraktif dan mengamankan hasil positif. Kondisi itu diharapkan segera dibenahi sebelum Arema FC melakoni laga pekan keempat, Sabtu mendatang (10/10).
Pendapat tersebut disampaikan salah satu Aremania Khoirul Aziz. Dia mengungkapkan, dari laga-laga yang disaksikan musim ini, Arema FC cenderung menampilkan permainan monoton. Kondisi tersebut mengakibatkan Singo Edan minim menciptakan peluang berbahaya di depan gawang lawan.
Baca Juga: Dukungan Aremania Jadi Energi Penting untuk Performa Arema
”Padahal komposisi pemain sekarang jauh lebih merata dan bagus dari posisi belakang sampai depan,” ungkap pemuda berusia 23 tahun tersebut. Berdasar pengamatannya, Arema FC musim ini menggunakan strategi defense to counter. Namun, skema tersebut dianggap tidak berjalan dengan baik.
Dia sempat membandingkan kondisi tersebut dengan skema yang diusung Eduardo Almeida pada periode 2021-2022. Dengan komposisi skuad yang banyak mengandalkan pemain muda, pelatih asal Portugal itu dinilai mampu menerapkan strategi bertahan dan serangan balik secara optimal. Bahkan, Arema FC sempat mencatatkan rekor tidak terkalahkan saat itu.
Baca Juga: Aremania Semakin Dewasa saat Beri Dukungan
Meski begitu, Aziz berharap inkonsistensi tersebut hanya berlangsung dalam waktu singkat. Dia masih percaya permainan Singo Edan bisa berkembang dan memberikan hasil positif. ”Menurut saya, penentuannya ada saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC,” kata Aremania asal Gadang tersebut.
Menurutnya, laga itu wajib dimaksimalkan untuk meraih tiga poin. Pertandingan itu bisa jadi kesempatan tim pelatih Arema FC menunjukkan strategi terbaiknya.
Editor : Aditya N. Rian