KABUPATEN -RADAR MALANG- Arema FC masih memiliki pekerjaan rumah untuk bisa bersaing di papan atas BRI Super League musim ini. Itu terlihat dari tiga laga awal kompetisi, Singo Edan mencatatkan satu kemenangan dan dua hasil imbang. Akibat itu, harus menutup pekan ke-3 dengan berada di peringkat sembilan.
Saat ini, terpaut lima poin dengan tim pemuncak klasemen sementara Dewa United. Singo Edan mengoleksi lima poin sedangkan tim berjuluk Tangsel Warrior meraih 10 poin dari empat laga. Arema FC meraih kemenangan atas Isenmulang Kalteng FC, lalu bermain kala melawan PSM Makassar dan Persik Kediri.
Karena itu, Kapten Arema FC Johan Ahmat Farizi menilai, evaluasi penting untuk dilakukan saat ini. Itu karena, upaya itu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan performa tim.
Pemain berposisi fullback kiri itu menjelaskan, kalau tidak ada pertandingan yang bisa dilalui dengan mudah. Setiap lawan memiliki kekuatan yang harus dihadapi secara serius. Baik itu tim-tim yang berada di papan atas atau bawah. Arema FC juga perlu mewaspadai ancaman dari tim promosi .
”Karena laga tidak bisa terprediksi, kami harus terus berintrospeksi diri terhadap apa yang menjadi kekurangan tim,” kata pemain berusia 36 tahun itu. Menurutnya, hasil evaluasi menjadi acuan untuk memperbaiki kekurangan dalam sesi latihan. Selanjutnya, tim bisa mencoba berbagai skenario untuk menemukan cara terbaik dalam mengantisipasi kekuatan calon lawan.
Dari upaya itu, tim juga bisa mengetahui aspek mana saja yang sering terekspos dan perlu ditingkatkan. Saat pekerjaan rumah tak segera dievaluasi atau perbaiki akan jadi bumerang untuk tim.
Selain memperbaiki kekurangan, evaluasi juga dilihat memberikan efek positif terhadap elemen tim. Kepercayaan antar pemain dan kerja sama mereka akan meningkat seiring dengan berjalannya waktu. ”Dengan menjaga kekompakan kami yakin bisa terus berkembang menjadi tim yang lebih baik dan bisa semakin kompetitif (di papan atas),” imbuhnya. (zan/gp)
Editor : Galih R Prasetyo