KABUPATEN, RADAR MALANG- Alfeandra Dewangga dan Betinho Filho tiba-tiba menghilang dalam susunan pemain Arema FC saat pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu lalu (10/10). Sebelumnya, keduanya terlihat aktif mengikuti sesi persiapan tim sebelum laga pekan ke-4 kompetisi. Pada pertandingan pekan ke-3 BRI Super League juga tak mengalami cedera.
Lantas, ke mana menghilangnya Dewangga dan Betinho? Tim pelatih Singo Edan memastikan, keduanya tak mengalami cedera yang parah. Tapi, mereka harus diparkir karena faktor problem otot ringan.
Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos mengungkapkan, kalau sejatinya dua pemain tersebut diproyeksikan untuk tampil di pertandingan Sabtu lalu (10/10). Namun, kebugaran mereka dalam satu pekan terakhir menurun. Alhasil, diminta melakukan pemulihan terlebih dulu untuk menghindari cedera serius.
”Kondisi Dewangga dan Betinho belum memungkinkan untuk diturunkan, karena itu kami tidak membawa mereka berdua di laga lalu (melawan Bhayangkara FC),” ujarnya. Berdasar informasi yang diperoleh wartawan koran ini, Dewangga mengalami masalah di bagian otot saat menjalani sesi latihan. Sedangkan, Betinho harus mendapat perawatan di rumah untuk sementara waktu karena mengalami problem otot. Kondisi itu terjadi setelah latihan di gym tiga hari sebelum laga.
Akibat situasi tersebut, Marcos harus bermain tanpa gelandang bertahan murni. Dia kemudian memilih Hansamu Yama sebagai gelandang bertahan. Sayangnya, skema tersebut belum bisa berjalan maksimal. Eks penggawa Persija Jakarta itu digantikan setelah turun minum.
Terkait dengan kondisi terkini Dewangga dan Betinho, Marcos belum bisa memastikan. Dia perlu menunggu hasil pemeriksaan terbaru dari tim dokter Singo Edan. Apakah keduanya berpeluang tampil saat menghadapi Garudayaksa FC atau masih harus menepi.
”Kami harus berhati-hati untuk menjaga mereka,” ujarnya. Marcos menegaskan, diri dan tim pelatih akan memaksimalkan waktu satu pekan ini untuk mencari komposisi ideal di lini tengah. Sembari menanti kepastian dari Dewangga dan Betinho.
Editor : Andika Satria Perdana