RADAR MALANG - Pertandingan melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC menjadi momen berkesan bagi Samuel Otusanya. Penyerang berusia 21 tahun itu berhasil mencetak gol pertamanya untuk Arema FC. Torehan tersebut terasa semakin spesial karena turut membantu Singo Edan terhindar dari kekalahan.
Baca Juga: Samuel Otusanya Jadikan Ekspektasi Tinggi Suporter sebagai Motivasi Tambahan
Gol tersebut tercipta pada menit ke-61. Marcos Vinicius yang menjadi eksekutor tendangan bebas mengirimkan umpan ke depan gawang. Otusanya berhasil menyambutnya dengan sundulan yang tidak mampu dihalau penjaga gawang The Guardians Awan Setho.
”Menurut saya, mencetak gol dengan disambut sorakan penonton di stadion kandang merupakan perasaan yang luar biasa,” katanya. Otusanya mengaku, semakin termotivasi melihat Aremania yang terus menyanyikan chant dan memberi dukungan meski tim tertinggal dua gol. Dukungan tersebut membuatnya bersemangat untuk membantu Arema FC menyamakan kedudukan.
Menurutnya, gol tersebut merupakan buah dari kerja keras bersama rekan setim untuk membongkar pertahanan lawan. Otusanya tak menampik, pada babak pertama kesulitan membongkar pertahanan lawan.
Baca Juga: Penyerang Anyar Arema FC Samuel Otusanya Mampu Bermain sebagai Winger
Setelah beberapa kali mencoba membongkar pertahanan lawan melalui skema permainan terbuka atau open play, Otusanya melihat peluang dari situasi bola mati. Dia memanfaatkan postur tubuhnya untuk menyambut umpan dengan sundulan. Upaya tersebut langsung membuahkan gol pada percobaan pertamanya.
Meski sudah mencetak gol untuk Singo Edan, Otusanya merasa tugasnya sebagai striker belum tuntas. Dia ingin terus bekerja keras agar bisa kembali menyumbangkan gol pada pertandingan berikutnya. Dia juga ingin membantu tim mengakhiri rentetan hasil imbang. ”Sekarang paling penting adalah bekerja keras dan bertanding dengan maksimal untuk meraih kemenangan,” tandasnya.
Editor : Andika Satria Perdana