MALANG KOTA, RADAR MALANG – Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi menanggapi polemik atlet pelajar yang harus mengeluarkan biaya mandiri. Dana itu untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026. Dia meminta persoalan tersebut disikapi secara bijak.
Suryadi mengatakan, pemerintah perlu memberikan penghargaan terhadap perjuangan para atlet yang akan membawa nama baik daerah. Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026 direncanakan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November 2026. Di tiga wilayah Kabupaten Ngawi, Kediri, dan Kota Surabaya.
Terkait sejumlah atlet yang tidak diakomodir biaya operasional Menurut Suryadi, persoalan ini perlu dilihat secara menyeluruh. Karena keterbatasan anggaran merupakan tantangan yang dihadapi setiap pemerintah daerah. Di tengah kebijakan efisiensi belanja yang berdampak pada berbagai program dan kegiatan.
Namun, Suryadi mengatakan kondisi tersebut tidak boleh mengesampingkan aspek kemanusiaan dan penghargaan terhadap para atlet. Karena telah berlatih serta mempersiapkan diri untuk bertanding.
“Karena itu, saya kira tidak perlu langsung menyalahkan pemerintah secara sepihak. Di sisi lain, pemerintah juga harus mampu menyampaikan kondisi tersebut dengan baik," jelas Suryadi.
Dia menegaskan, polemik ini bukan semata-mata persoalan uang atau kemampuan ekonomi orang tua atlet. Lebih dari itu, ada persoalan apresiasi, perhatian, dan bagaimana pemerintah menghargai perjuangan anak-anak yang telah mempersiapkan diri untuk mewakili Kota Malang.
Suryadi juga menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet, pelatih, dan orang tua apabila situasi tersebut menimbulkan kekecewaan. Dia berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama agar persoalan serupa tidak kembali terulang pada penyelenggaraan kegiatan olahraga berikutnya.
Suryadi meminta Disporapar Kota Malang segera membuka ruang dialog dengan para atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, dan orang tua atlet.
Pertemuan tersebut penting untuk mendengarkan keluhan secara langsung dan memberikan penjelasan mengenai kondisi anggaran. Sekaligus mencari solusi yang memungkinkan.
"Ini momentum untuk berbenah, mulai dari perencanaan anggaran, penentuan kebutuhan pembiayaan atlet, dan koordinasi dengan cabang olahraga," pungkasnya.
Editor : Andika Satria Perdana