Arema FC Jadi Tim Paling Efektif Meski Minim Peluang

M. Affan Fauzan • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:00 WIB
BERBAGI POIN: Samuel Otusanya melepaskan sundulan yang membuat Arema FC bisa menyamakan kedudukan 2-2 kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC, kemarin sore (10/10). (Darmono/Radar Malang)
BERBAGI POIN: Samuel Otusanya melepaskan sundulan yang membuat Arema FC bisa menyamakan kedudukan 2-2 kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC, kemarin sore (10/10). (Darmono/Radar Malang)

 KABUPATEN -RADAR MALANG Meski dihadapkan dengan masalah inkonsistensi hasil, Arema FC tetap menunjukkan perkembangan positif dalam aspek menyelesaikan peluang di depan gawang lawan. Sampai pekan ke-4 BRI Super League, Singo Edan menjadi tim dengan persentase konversi tembakan gol tertinggi. Anak asuh Marcos Santos mencatat konversi sebesar 29 persen dari total 34 tembakan dan berbuah 10 gol.

 Persentase tersebut mengungguli dua tim tersubur kompetisi saat ini. Bali United FC mencatatkan 12 gol dengan jumlah tembakan ke arah gawang lawan sebanyak 48 percobaan. Sementara Dewa United menorehkan torehan 10 gol dengan melakukan 42 kali tembakan.

 Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos menilai statistik tersebut sudah menjadi perhatian tim pelatih sejak awal musim. Dia menyadari kalau mengubah peluang dan shots on target menjadi gol merupakan hal yang paling sulit dilakukan. ”Sejak musim lalu berakhir, kami terus melakukan berbagai percobaan untuk lebih maksimal dalam memanfaatkan peluang menjadi gol,” ujarnya.

 Menurutnya, catatan tersebut menjadi pertanda positif bagi Arema FC. Itu karena, kemampuan mengonversi peluang menjadi gol menunjukkan Gabriel Silva dan kawan-kawan punya potensi besar untuk memberi ancaman ke pertahanan lawan. Hal itu sekaligus mengindikasikan lini depan Singo Edan mempunyai perkembangan positif pada awal musim ini.

 Meski begitu, Marcos merasa masih terlalu dini untuk puas dengan perkembangan tersebut. Itu karena, Arema FC masih akan menghadapi banyak lawan dengan skema dan gaya permainan yang berbeda-beda. Saat hal itu berhasil diantisipasi, dia optimistis anak asuhnya bakal lebih mudah dalam mendapatkan kemenangan.

 Selain itu, dia juga harus memperbaiki aspek bertahan untuk mengimbangi ketajaman lini depan. Menurutnya, jumlah gol yang didapat tidak ada artinya apabila lawan juga berhasil membobol gawang Arema FC. ”Kami jelas tidak puas dengan torehan (di laga sebelumnya). Tim akan terus berkembang untuk menampilkan permainan terbaik dan bisa membawa kembali tiga poin di laga berikutnya,” imbuhnya.

 Di tempat terpisah, Gelandang Serang Arema FC Careca menilai tim harus selalu bermain bagus untuk bisa menjaga produktivitas gol. Dia dan rekan setim wajib bermain dengan kreativitas tinggi untuk menciptakan banyak peluang. ”Semakin banyak peluang yang kami dapatkan maka semakin sering kami bisa melakukan tembakan atau memperoleh gol,” kata pesepak bola berusia 30 tahun itu. (zan/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Arema FC BRI Super League Singo Edan