Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Desire Doue, sang Golden Boy, Bintang Muda Prancis dan PSG yang Bakal Mengguncang Dunia

A. Nugroho • Rabu, 18 Februari 2026 | 11:13 WIB
POTENSI BESAR: Desire Doue makin moncer bersama PSG di usianya yang baru 20 tahun.
POTENSI BESAR: Desire Doue makin moncer bersama PSG di usianya yang baru 20 tahun.

RADAR MALANG - Luis Enrique sempat dianggap tergesa-gesa saat menggantikan Ousmane Dembele di menit ke-26 saat laga melawan AS Monaco dini hari tadi (18/2). Apalagi penggantinya adalah pemain muda seperti Desire Doue.

Namun tak disangka, pada leg pertama playoff Liga Champions UEFA itu, Doue mampu menjawab tantangan yang diberikan. Pada sentuhan pertamanya atau hanya 2 menit usai dia masuk, Doue sukses mencetak gol ke gawang AS Monaco.

Gol pemain 20 tahun itu kembali menaikkan mental tim PSG yang ketinggalan dari Monaco karena gol-gol Balogun pada menit pertama dan menit ke-18.

Tak berhenti di sana, Doue yang ditempatkan di sayap kanan tampil sangat impresif. Sekitar 5 menit sebelum akhir babak pertama, tendangan keras Doue tak mampu diamankan Philipp Kohn, kiper Monaco dengan sempurna. Achraf Hakimi yang mendapat bola muntah melakukan kontrol sempurna sebelum melakukan sepakan mendatar ke sudut kanan gawang Monaco. Gol. Skor 2-2.

Masuk babak kedua, PSG yang tampil menekan memanfaatkan kelengahan pertahanan AS Monaco dan kembali mencetak gol di menit ke-67. Aktor utamanya lagi-lagi adalah Doue. Tendangannya meluncur deras ke gawang Kohn. 2-3.

Performa gemilang ini kembali menaikkan nama Doue yang memang digadang-gadang bakal menjadi pemain besar suatu saat nanti. Bersaing dengan pemain muda lain seperti di antaranya Lamine Yamal atau Kenan Yildiz yang sudah menjadi penghuni skuad inti di Juventus dan Barcelona.

Dari Rennes ke PSG hingga Raih Golden Boy 2025

Nama Desire Doue terus melambung sebagai salah satu talenta terbaik generasi baru sepak bola Prancis. Lahir di Angers, Prancis, pada 3 Juni 2005, Doue tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan sepak bola. Dengan tinggi badan sekitar 181 cm, ia dikenal sebagai gelandang serang modern yang fleksibel dan dinamis.

Karier profesionalnya bermula di akademi dan tim utama Stade Rennais. Di klub tersebut, Doue mencuri perhatian berkat kematangan bermain di usia muda. Ia tampil berani, kreatif, dan konsisten, membuatnya cepat dipercaya mengisi lini serang.

Dribel tajam, visi bermain luas, serta kemampuan melepas tembakan akurat menjadi ciri khasnya. Hal ini kerap membuatnya dijuluki sang kuda hitam.
Performa impresif bersama Rennes membuka jalan besar dalam kariernya.

Doue kemudian melangkah ke panggung yang lebih tinggi bersama Paris Saint-Germain (PSG) usai ditebus dengan banderol 50 jura euro.

Di klub ibu kota Prancis itu, perannya semakin berkembang. Ia tidak hanya menjadi pelapis, tetapi juga opsi utama dalam rotasi lini tengah dan sayap.

Di PSG, Doue sering dimainkan sebagai gelandang serang maupun winger dalam skema permainan menyerang cepat. Kemampuannya bergerak di antara lini membuatnya efektif membuka ruang bagi rekan-rekannya. Ia juga menunjukkan kecerdasan taktik saat membantu transisi bertahan ke menyerang.

Dalam sejumlah pertandingan penting, Doue tampil percaya diri meski dikelilingi pemain-pemain bintang dunia.

Keunggulan Doue di PSG terlihat dari kontribusinya dalam gol dan assist, serta keberaniannya mengambil inisiatif dalam situasi krusial. Ia mampu bermain di sisi kiri maupun kanan, bahkan sesekali ditempatkan lebih sentral untuk mengatur tempo.

Fleksibilitas ini menjadikannya aset berharga bagi tim. Puncak pengakuan atas performanya datang saat ia meraih penghargaan Golden Boy 2025.

Dalam persaingan ketat melawan talenta muda terbaik Eropa, Doue unggul berkat konsistensi, statistik impresif, dan pengaruh besarnya baik di level domestik maupun kompetisi Eropa bersama PSG.

Kesuksesan tersebut menempatkan Desire Doue sebagai salah satu simbol regenerasi sepak bola Prancis. Dengan usia yang masih sangat muda, perannya di PSG diprediksi akan semakin vital di musim-musim mendatang. Golden Boy 2025 hanyalah awal dari perjalanan panjangnya menuju status bintang dunia. (rm)

Editor : A. Nugroho
#liga champions #psg #prancis #golden boy #Desire Doue