Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Profil Bodo/Glimt Sang Giant Killers, Taklukkan 3 Tim Raksasa Eropa Secara Beruntun

Aditya Novrian • Jumat, 20 Februari 2026 | 10:30 WIB
MENGEJUTKAN: Ekspresi pemain Bodo/Glimt usai taklukkan Atletico Madrid 2-1 pada laga (29/1) UCL beberapa waktu lalu. (Instagram @bodoglimt)
MENGEJUTKAN: Ekspresi pemain Bodo/Glimt usai taklukkan Atletico Madrid 2-1 pada laga (29/1) UCL beberapa waktu lalu. (Instagram @bodoglimt)

RADAR MALANG – Laga sepak bola tertinggi Eropa, UEFA Champions League (UCL), menjadi panggung untuk tim-tim besar menunjukkan taringnya di hadapan dunia. Namun, pada musim 2025/2026 ini diwarnai dengan kejutan yang menjadi sorotan para penggemar bola.

FK Bodo/Glimt, sebuah tim kecil asal Norwegia bagian Utara ini berhasil tampil secara mengejutkan sebagai “Giant Killers”. Tim ini berhasil menang di play-off fase gugur dengan mengalahkan Manchester City (3-1), Atletico Madrid (2-1), dan terakhir Inter Milan (3-1). Mereka menjadi tim Norwegia pertama yang memenangkan tiga pertandingan beruntun di Liga Champions setelah keberhasilan ini.

Asal Usul Nama Unik Bodo/Glimt

Klub ini didirkan pada 19 September 1916 dan terkenal dengan seragam kuning terang dan julukan “Glimt” atau "Den Gule Horde” untuk supporter mereka. Berbasis di kota kecil Bodo, yang hanya berpenduduk sekitar 55.000 orang, dan Stadion Aspmyra yang berkapasitas 8.500 kursi.

Asal-usul nama klub ini memiliki makna di setiap katanya, di mana Bodo merupakan nama kota asalnya, sementara "Glimt" berarti "kilauan" atau "cahaya" dalam bahasa Norwegia. Sebelum menambahkan nama kota pada tahun 1948 untuk menghindari kesamaan nama dengan klub lain, klub ini awalnya hanya bernama Glimt. Identitas yang sudah ada sejak tahun 1970-an adalah simbol sikat gigi kuning besar yang dibawa pendukungnya.

Awal Perjalanan Bodo/Glimt Sampai Sekarang

Pada awal berdiri, mereka menghadapi diskriminasi geografis karena Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) melarang tim dari wilayah utara bermain di liga nasional dan piala domestik. Larangan ini didasarkan pada anggapan bahwa level permainan tim utara tidak seimbang dan kendala transportasi yang luar biasa pada saat itu.

Baru pada tahun 1963 tim utara diizinkan berpartisipasi dalam Piala Norwegia, dan pada tahun 1972 mereka akhirnya diizinkan berpartisipasi dalam liga nasional secara penuh. Glimt langsung membuktikan kehebatannya dengan menjuarai Piala Norwegia 1975.

Lompat ke masa modern, Bodo/Glimt adalah klub tersukses di Norwegia dengan menjuarai Liga Norwegia (Eliteserien) sebanyak 4 kali dalam beberapa tahun terakhir (2020, 2021, 2023, 2024). Di bawah bimbingan pelatih Kjetil Knutsen, yang menjabat sejak 2018, konsistensi yang luar biasa membawa perjalanan hingga ke titik ini.

Mereka memulai awal musim dengan kemenangan agregat 6-2 melawan Sturm Graz. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan sebuah konsistensi dan pantang menyerah, sebuah tim bisa menembus laga kasta tertinggi Eropa walaupun dulu sempat diremehkan karena berbagai faktor kendala.

Penulis: Xeon Rhao Loudra Widadi

Editor : Aditya Novrian
#norwegia utara #Bodo Glimt #uefa champions league #Giant Killer #sepak bola