Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tetap Tumbuh di Masa Sulit

Indra Andi • Rabu, 7 Juli 2021 | 12:00 WIB
Photo
Photo
Kurang lebih 3.500 tahun yang lalu pernah hidup seorang manusia yang kisahnya hari ini bisa dijadikan sebagai rujukan dan teladan akan masalah dan cobaan yang dihadapinya. Beliaulah Nabi Ayyub AS yang pernah ada dalam sejarah perjalanan umat manusia ini dan mengalami sebuah fase kehidupan cukup berat karena ujian dan cobaan yang dihadapinya.

Dikisahkan dalam banyak literatur sejarah bahwa Nabi Ayyub pernah diuji dengan kebangkrutan bisnis, seluruh hewan ternaknya mati, aset perkebunannya terbakar habis. Tidak selesai di situ, Nabi Ayyub juga diuji oleh Allah dengan diwafatkannya seluruh anak keturunannya, 12 anak keturunannya wafat dalam waktu yang bersamaan. Bahkan yang terberat, Nabi Ayyub juga diuji oleh Allah SWT dengan diberikan penyakit yang tidak biasa, sebuah penyakit yang tidak ada sebelumnya dan tidak akan dialami oleh manusia setelahnya.
Ujian yang sangat luar biasa terjadi secara beruntun dan menguji kesabaran serta ketahanan iman. Kita lihat bagaimana Nabi Ayyub melewati ujian demi ujian yang sampai kepadanya, beliau, Nabi Ayyub, tidak pernah sekali pun di setiap ujian yang datang kepadanya dihadapi dengan mengeluh, gelisah, rasa pesimistis, dan menyalahkan keadaan, akan tetapi justru ujian dan cobaan yang dihadapinya itu disikapi dengan peningkatan kualitas ibadah kepada Allah SWT, menguatkan pundak kesabarannya dengan tidak menyalahkan keadaan, dan beliau tetap optimistis dengan melakukan ikhtiar yang maksimal menghadapi musibah tersebut.

Hari ini, bangsa kita, negara kita, bahkan seluruh orang di dunia ini sedang diuji oleh Allah SWT dengan wabah penyakit Covid-19, suatu kejadian yang benar-benar di luar prediksi semua orang. Bukan hanya efek penyakitnya yang memang mematikan dan penyebarannya yang begitu cepat, akan tetapi dampak sampingan yang terjadi karena pembatasan pergerakan manusia atau biasa disebut lockdown, PSBB, PPKM ini menyebabkan banyak bisnis dan pelaku bisnis baik di skala mikro, kecil dan menengah harus menelan pil pahit karena harus tutup.
Ada yang baru saja buka bisnis dan harus tutup, ada yang sudah bertumbuh bisnisnya sudah mulai bisa di rasakan hasilnya dan harus tutup, ada yang sudah buka banyak cabang bisnisnya dan harus menutup gerai, toko, warung, dan cabangnya. Situasinya memang sulit, di satu sisi penyebaran virus Covid-19 ini jika tidak serius dikendalikan maka akan menjadi sangat berbahaya, di satu sisi yang lain banyak bisnis, banyak pelaku bisnis yang harus tutup dan bangkrut karena bisnisnya tidak jalan, banyak pegawai yang di-PHK karena perusahaan sudah tidak sanggup menggaji, banyak juga bisnis-bisnis raksasa hari ini yang turut harus menuai kebangkrutan karena situasi yang rumit dan susah sekarang.

Namun, jika kita mau belajar dari sejarah perjalanan manusia terdahulu seperti kisah Nabi Ayyub di atas, pada prinsipnya ujian dan cobaan itu akan senantiasa menyertai dalam perjalanan hidup manusia. Jika kita mau mengambil hikmahnya, sebenarnya permasalahannya bukan seberapa berat ujian dan cobaan yang kita hadapi, akan tetapi bagaimanakah kita bersikap dalam menghadapi setiap ujian yang datang kepada kita.
Sebagai seorang business owner dan business leader, kita tidak boleh menyerah dan kalah dengan keadaan, kita tidak boleh menghakimi keadaan karena pandemi ini, kita tidak perlu larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Bahwa kita harus tetap merawat optimisme, produktif dan terus bertumbuh seburuk apa pun kondisinya, setandus apa pun tanahnya, dan segersang apa pun kemudian situasinya.

Ada tiga hal yang bisa kita lakukan agar kita sebagai business owner ataupun business leader bisa tetap bertumbuh dan survive dalam kondisi krisis seperti ini. Pertama, tanamkan mindset dan keyakinan bahwa kita bisa melawan situasi sulit ini. Kita sebagai orang yang beriman tentu sangat meyakini bahwa Allah akan selalu menyandingkan antara kesulitan dengan kemudahan dan bahwa Allah tidak akan memberikan kita ujian dan cobaan yang kita tidak bisa menyelesaikannya dan melewatinya. Di samping itu tugas kita sebagai business leader adalah harus terus berpikir strategis dengan serius bagaimana cara dan langkah-langkah untuk mengamankan siklus organisasi bisnis dan mengamankan seluruh ekosistem bisnis kita dengan cermat.

Kedua, Kita harus menjadi orang yang ”genius of and”, tidak bisa membuka bisnis secara offline di warung, gerai dan yang lainnya bukan berarti aktivitas bisnis harus berhenti. Dalam situasi krisis dan pandemi seperti sekarang ini business leader harus siap beradaptasi dengan semua platform bisnis yang ada, harus bermigrasi menggunakan segala cara agar proses jual beli dan transaksi bisnis bisa berjalan. Bekerja dari rumah dengan tanpa mengurangi kualitas layanan kepada customer adalah pilihan yang genius meskipun karyawan berkurang akan tetapi tetap memberi layanan terbaik adalah pilihan yang genius of and.

Ketiga, mengoptimalkan entrepreneur leadership dalam diri. Ada empat situasi yang sering dihadapi oleh seorang pemimpin; 1) karena bejuang untuk sebuah tujuan yang tinggi dan berat, 2) karena menghadapi musibah atau bencana, 3) karena memperbaiki kesalahan fatal di waktu sebelumnya dan 4). karena melawan kompetitor yang menyerang. Di saat fitur-fitur tulen kepemimpinan muncul dalam diri kita, maka mesin kepemimpinan pun akan menyala.
Dalam situasi krisis seperti ini banyak business owner yang mengalami kemunduran, mulai dari turunnya omzet, turunnya kemampuan membayar bahan baku, turunnya kemampuan untuk menggaji karyawan dan rekrutmen karyawan dan turunnya kemampuan untuk melakukan ekspansi. Sebagai seorang business leader kita harus mampu melihat semua permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas, harus mampu untuk ”zoom out” kata Steve Jobs, founder Apple Group ini.

Melihat segala permasalahan dari sudut pandang yang lebih luas atau zoom out ini yang harus dimiliki oleh business leader, agar di situasi krisis dan sulit seperti sekarang ini kita tetap mampu bertumbuh, bisnis tetap jalan, dan aliran uang terus mengalir dalam bisnis kita. (*) Editor : Indra Andi
#Puguh Wiji Pamungkas #Masa Sulit #Nusantara Gilang Gemilang #Spirit Gemilang