Selama menguji dan mengkhayalkan ketiga benda pusaka itu, saya sudah tidak lagi ingat waktu. Maksudnya, saya sudah tidak ingat lagi berapa lama saya berbuat begitu dalam semalam. Saya hanya ingat bahwa hari sudah agak siang ketika saya bangun tidur, kira-kira pukul 06.30. Dan saya bangun tidur pukul 06.30 itu pun karena terpaksa sebab ada suara gaduh di sekitar rumah saya.
Kegaduhan yang tidak lazim itu segera menyulut tanda tanya dalam benak saya, karena lingkungan di sekitar rumah saya memang bersuasana tenang. Sambil mengucek-ucek mata saya melangkah keluar rumah dengan menggumam: “Ada apa ini ribut-ribut?”
Istri saya yang berada di teras depan rumah rupanya mendengar pertanyaan saya. Kemudian menyahut dengan sekenanya ia menjawab, “Anu, Pak, ada orang nyemplung ke sumurnya Kang Mustopo.”
“Orang nyemplung sumur?” gumam saya heran, “Dia nyemplung apa kecemplung?”... selengkapnya baca di edisi cetak Jawa Pos Radar Malang (bersambung) Editor : Farik Fajarwati