Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dampak Cara Pandang Inspiration-porn Model terhadap Penyandang Disabilitas

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Jumat, 23 Juni 2023 | 19:28 WIB

 

Ilustrasi penyandang disabilitas.
Ilustrasi penyandang disabilitas.

KITA sering menemukan berita terkait penyandang disabilitas berprestasi.

Dalam hal ini, terdapat pandangan tentang inspiration-porn model dalam berbagai berita mengenai penyandang disabilitas.

Inspiration-porn model merupakan objektifikasi orang disabilitas yang bersifat instrumental menjadi inspirasional.

Atau, memandang penyandang disabilitas sebagai objek inspirasi dan mendehumanisasi dimensi kehidupan difabel.

Pandangan ini menganggap individu yang berhasil dan tidak menyerah dengan kekurangannya merupakan sosok yang inspiratif.

Dari pandangan tersebut, kita dapat melihat contoh artikel berjudul “Disabilitas tak jadi penghalang prestasi perupa Diego Luister” dan kisah mengenai Sabar Subari, pelukis yang tidak memiliki tangan.

Dalam artikel tersebut, kita dapat menemukan bahwa prestasi Diego Luister dan Sabar Subadri dianggap menjadi cerita yang menginspirasi karena mereka adalah penyandang disabilitas yang berprestasi, terlepas dari segala kekurangan yang mereka miliki.

Meskipun kedua artikel tersebut sekilas tidak terlihat ada yang salah dan berkonotasi positif, namun dengan mengangkat cerita penyandang disabilitas yang dianggap sebagai sosok inspiratif dan hebat karena memiliki prestasi, maka hal tersebut menjadi sebuah bentuk eksploitasi.

Dikategorikan eksploitasi karena artikel menempatkan penyandang disabilitas sebagai objek belas kasihan.

Selanjutnya, para aktivis hak-hak penyandang disabilitas memberikan kritik terhadap hal tersebut.

Salah satunya adalah Stella Young yang mengatakan “I’m not your inspiration, thank you very much,” untuk mengekspresikan ketidaksetujuannya dengan Inspiration-porn model.

Menurutnya, inspiration-porn model merupakan bentuk objektifikasi terhadap penyandang disabilitas yang bertujuan untuk membuat para non-disabilitas memiliki rasa syukur karena memiliki nasib yang lebih beruntung daripada yang dimiliki kaum disabilitas. (*)

Najlu Barayan Sembada, mahasiswa Sosiologi UB

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#penyandang disabilitas #model