MALANG KOTA - Hari Posyandu Nasional yang diperingati pada Senin (29/4) menjadi momentum seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menurunkan angka stunting. Posyandu didirikan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi dengan menerapkan konsep GOBI-3F (Growth Monitoring, Oral Rehydration, Breast Feeding, Immunization, Female Education, Family Planning, dan Food Supplementation).
Data statistik menunjukkan angka stunting di Indonesia masih tinggi. Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama dengan 971.792 kasus. Kemudian ada Jawa Timur dengan 651.708 kasus, Jawa Tengah dengan 508.618 kasus, Sumatera Utara dengan 347.437 kasus, dan Banten dengan 265.158 kasus.
Angka di atas menunjukan tantangan besar yang dihadapi Indonesia untuk memastikan kesehatan dan perkembangan optimal bagi anak-anak. Untuk mengatasi stunting, penting menyadarkan para ibu manfaat dari Air Susu Ibu (ASI). ASI tidak hanya memberikan nutrisi penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi, tetapi juga melindungi mereka dari berbagai penyakit dan infeksi.
Oleh karena itu, pendidikan dan promosi mengenai pentingnya ASI perlu terus ditingkatkan. Dalam sebuah kesempatan diskusi, Elvira Ekklesia Aprilita, mahasiswi Fakultas Keperawatan (FKp) Universitas Airlangga (UNAIR) menjelaskan, pemantauan pertumbuhan anak melalui posyandu merupakan langkah krusial dalam mengidentifikasi dan menangani stunting secara dini. ”Dengan memantau pertumbuhan anak secara berkala, para petugas kesehatan dapat memberikan intervensi yang tepat waktu untuk mencegah stunting dan masalah kesehatan lainnya,” jelasnya.
Lebih jauh, wanita kelahiran Malang itu gencar mengampanyekan manfaat ASI bagi tumbuh kembang anak. ASI memiliki kandungan yang optimal sesuai kebutuhan dan usia anak. ”Kandungan nutrisinya yang lengkap dan sangat mudah diserap, mengikuti perkembangan usia anak, membuatnya sulit tergantikan oleh susu formula,” kata Elvira.
ASI juga dapat melindungi bayi dari infeksi dan penyakit yang dapat memengaruhi pertumbuhan mereka. ASI memiliki peran penting dalam mencegah stunting karena kandungan nutrisinya yang lengkap dan mudah diserap oleh tubuh bayi. ASI mengandung nutrisi penting seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh dengan baik. ASI juga mengandung zat-zat penting seperti antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit.
Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi dan melanjutkan pemberian ASI bersama makanan pendamping ASI hingga dua tahun atau lebih, sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dengan memberikan ASI secara eksklusif dan terus menerus sesuai anjuran, ibu dapat membantu mencegah stunting dan memastikan pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal. (adn)
Editor : Indra Andi