NAMA:
Kepanjen - Bulliying atau perundungan menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah akhir-akhir ini. Banyak terjadi kasus perundungan yang mengakibatkan korban jiwa. Untuk mencegah terjadinya perundungan di sekolah, pemerintah mencetuskan sebuah program yang diberi nama Roots. SMK Negeri 1 Kepanjen atau Kanesa mendapatkan kesempatan untuk melaksanakn program Roots. Menurut Fitria S.Pd sebagai kordinator program, sosialisasi Roots dimulai pada 2023 tepatnya pada bulan Februari hingga Maret 2023. Tahun 2004 merupakan tahun kedua pelaksanaan program ini.Kegiatan sosialisasi tahun ini dilaksanakan mulai Senin 13 Mei 2024 sampai Selasa 21 Mei 2024.
Sebelum melaksanakan Roots sekolah membentuk agen perubahan. Agen perubahan merupakan perwakilan siwa dari masing-masing jurusan. Fitria S.Pd menyampaikan “Tujuan perekrutan agen berasal dari siswa agar mereka menyebarkan pesan dan perilaku baik diantara teman sebaya. Selain itu program ini menciptakan pertemanan yang sehat sebagai bentuk pencegahan kekerasan atau perundungan di lingkungan sekolah”. Setelah terbentuk agen perubahan dilakukan sosialisasi tentang program tersebut. Pada akhir sosialisasi dirayakan dengan Rootsday. “Perayaan ini merupakan salah satu bentuk promosi kepada warga sekolah bahwa sekolah menolak adanya perundungan dan kita punya agen untuk mencegah hal tersebut” kata Dewi Wahyu Lestari M.Psi sebagai salah satu pengampu program Roots.
Agar perundungan tidak terjadi, para agen merencanakan berbagai kegiatan selama sosialisasi. Kegiatan pertama, membuat kotak perubahan yang bisa digunakan oleh warga sekolah. Kotak perubahan berisi saran mengenai perubahan yang dapat dilakukan oleh sekolah agar tidak terjadi perundungan. Selanjutnya, membuat video tentang anti perundungan dan kekerasan di sekolah. Semua ini digunakan pada saat mengimbaskan hasil sosialisasi kepada teman-temannya.
Setelah selesai sosialisasi, mereka melaksanakan pengimbasan kepada teman-temannya. Kegiatan ini dilakukan hari Jumat pagi, 45 menit sebelum pembelajaran dimulai. Para agen perubahan memberikan materi anti perundungan di dalam kelas secara bergantian sesuai jadwal. Selain materi merka juga praktik langsung dilapangan mencegah perundungan. “Dengan adanya para agen diharapkan dapat membantu sekolah mencegah perundungan. Ketika terjadi perundungan akan cepat tertangani. Mereka juga diharapkan menjadi garda terdepan untuk menetralisir terjadinya perundungan di sekolah” tutup Dewi wahyu Lestari M.Psi.
Editor : Indra Andi