MALANG KOTA – Budayawan Sujiwo Tejo punya penilaian tersendiri tentang kehidupan politik menjelang perhelatan Pilkada Serentak 2024.
Menurutnya, para pasangan calon yang berkontestasi saat ini kerap mengabaikan gerakan politik yang memperhatikan aspek kebudayaan.
Padahal politik itu bagian dari kebudayaan.
”Nyatanya, praktik politik sekarang hanya sebagai gerakan ekonomi. Kepala daerah terlalu banyak memikirkan pembangunan di berbagai wilayah,” ujar pria berjuluk Presiden Jancukers itu saat berbincang dengan wartawan Jawa Pos Radar Malang beberapa waktu lalu.
Terbukti, program-program yang diusung hanya sebagai wujud investasi jangka menengah.
Padahal masih banyak masalah yang harus diperhatikan di luar itu.
Memasukkan budaya dalam ranah politik, lanjut Mbah Jiwo, seharusnya menjadi kunci penting yang harus dipegang seorang kepala daerah.
Dengan unsur budaya itu, berbagai bentuk program akan berjalan tanpa menghilangkan nilai-nilai yang ada di masyarakat.
“Misalnya parenting. Banyak kepala daerah yang tidak memilih program itu. Padahal didikan orang tua akan membawa pengaruh besar di masa mendatang,” imbuhnya.
Dia mengakui bahwa program-program non-pembangunan tidak dapat dilihat hasilnya secara langsung.
Tapi pasti ada perubahan yang bakal terjadi setelah aspek-aspek itu diperbaiki.
Keberhasilannya pun membawa dampak berkepanjangan.
Maka, perubahan seperti itulah yang seharusnya diperjuangkan.
”Tapi mereka (para calon kepala daerah) juga tidak bisa serta merta disalahkan. Karena ukurannya ya lima tahunan itu (masa jabatan),” lanjutnya.
Dalam kepemimpinan lima tahun, yang mudah dijadikan ukuran memang investasi.
Mbah Jiwo mencontohkan ketika anggaran dalam jumlah besar dialokasikan kepala daerah untuk membangun perpustakaan.
Dalam lima tahun hasilnya tidak akan tampak signifikan.
Berbeda ketika anggaran besar digunakan untuk proyek pembangunan jalan.
Kinerjanya seolah-olah terlihat besar.
Dia berharap dampak jangka panjang bisa menjadi titik perhatian para calon kepala daerah.
Misalnya di Kota Malang, peningkatan mutu budaya penting untuk diangkat oleh para pasangan calon kepala daerah.
Wujudnya bisa melalui pembangunan sanggar-sanggar kebudayaan khas Malangan.
Dengan langkah semacam itu, bidang pariwisata di Kota Malang juga akan ikut naik. (ori/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana