Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Porprov Ujian Pertama Pemerintah Baru

Galih R Prasetyo • Minggu, 5 Januari 2025 | 18:20 WIB
Photo
Photo

WALI KOTA Malang, Wali Kota Batu, dan Bupati Malang terpilih langsung dihadapkan tantangan berat seusai dilantik. 

Mereka mempunyai tugas ikut menyukseskan Porprov Jawa Timur IX Juni nanti. 

Kejuaraan itu diharamkan gagal terlaksana dengan baik. 

Itu karena, nama Malang Raya menjadi pertaruhannya. 

Akan menjadi aib saat Porprov Jatim IX banyak catatan negatif. 

PON di Aceh dan Sumatera Utara 2024 lalu bisa menjadi gambarannya. 

Saat itu, pihak penyelenggara PON di cemooh di berbagai lini masa.

Mereka dilabeli, sebagai salah satu penyelenggaraan PON terburuk. 

Tujuan utama mengembangkan olahraga tanah air juga tidak maksimal saat itu. 

Sebagai salah satu barometer olahraga di Jatim, Malang tentu punya kewajiban membuat Porprov lebih baik dari sebelumnya. 

Akan menjadi alarm bahaya saat event setingkat Jatim itu gagal berlangsung maksimal. 

Apalagi secara prestasi, sejumlah pengurus KONI di Malang Raya mengatakan, sulit bersaing menjadi nomor satu. 

Mereka angkat tangan untuk mengakhiri dominasi Surabaya dalam beberapa tahun terakhir. 

KONI Kota Malang, misal nya. 

Mereka merasa posisi runner-up paling realistis diraih di Porprov Jatim nanti. 

Sedangkan KONI Batu dan Kabupaten Malang berharap capaian di Porprov Jatim sebelumnya tidak turun. 

Berkaca dari itu, kesuksesan menjadi tuan rumah merupakan harga tidak boleh ditawar. 

Kecuali, Pemerintah di Malang Raya apatis terhadap olahraga. 

Berdasar analisis saya, ada dua dampak negatif saat Porprov di Malang Raya gagal. 

Pertama, menurunkan kepercayaan terhadap Malang untuk menggelar event olahraga lebih besar. 

Dalam penyelenggaraan kejuaraan olahraga, portofolio daerah sangat krusial. 

Karena itulah, kenapa SEA Games dan ASIAN Games berlangsung di Jakarta. 

Lalu, Malang selalu menjadi tujuan kejuaraan voli level nasional Pro-Liga. 

Terlepas dari itu, Malang Raya butuh menunjukkan situasi aman seusai tragedi Kanjuruhan. 

Tidak bisa dipungkiri, peristiwa kelam itu mengubah wajah Bumi Arema ke arah kurang baik. 

Sejumlah pakar olahraga pernah mengatakan kepada saya, pihak penyelenggara, tidak akan mengambil risiko gagal. 

Karena itu, hampir selalu memilih venue dan lokasi kejuaraan yang sudah teruji. 

Ini juga menjadi test case, pemerintahan baru sebelum mewujudkan sport tourism

Event olahraga itu menjadi salah satu program yang sebelumnya sering disampaikan Wali Kota dan Bupati sebelum terpilih. 

Saya percaya, saat mereka mampu menyelenggarakan Porprov Jatim dengan maksimal, event olahraga lain akan mudah mereka gelar. 

Saat Porprov Jatim di Malang Raya nanti, diperkirakan ada 58 cabor yang dipertandingkan. Lalu, ada 80 venue untuk bertanding atlet, yang tersebar di tiga daerah Bumi Arema. 

Sedangkan atlet yang berpartisipasi mencapai ribuan. 

Karena itu, ajang tersebut cukup kompleks. 

Dampak kedua saat Porprov Jatim nanti gagal adalah menjadi noda di pemerintahan baru. 

Opini yang berpotensi berkembang, mengurus event lingkup kecil gagal. 

Apalagi memimpin dalam waktu yang lama. 

Pemkot dan Pemkab tidak boleh tutup mata dengan ancaman tersebut. 

Alasannya, mereka membawa banyak pekerjaan rumah sebelum dilantik. Selain itu, keberhasilan Porprov Jatim berpotensi menggerakkan perekonomian daerah. 

Dalam laporan penutupan Porprov Jatim VIII di Kabupaten Mojokerto 2023 lalu. 

Perputaran uang di event olahraga itu diperkirakan minimal Rp 14 Miliar. 

Sedangkan seminggu Porprov Jatim VII di Lumajang, perputaran uang mencapai Rp 327 Miliar. 

Melihat manfaat itu, seharusnya pemerintah terpilih di Malang Raya tidak setengah-setengah memberi dukungan. 

Mereka harus total sebagai wujud peduli dengan warganya. 

Mengutip kata-kata Niccolo Machiavelli dalam bukunya berjudul Sang Penguasa. 

Kekayaan akan hilang, tetapi nama baik akan terus diingat. 

Dalam konteks ini, tentunya keberhasilan Porprov Jatim di Malang Raya akan melambungkan nama pemerintahan baru. 

Menjadi tinta emas saat awal kerja. 

Sedangkan Nelson Mandela pernah berkata pada tahun 2000 dalam acara Laureus World Sports Awards: Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh hal lain. 

Porprov Jatim nanti bisa menjadi wadah dan momentum untuk warga Malang Raya bersatu seusai beda pilihan di Pilkada. 

Menghadirkan gelaran Porprov Jatim yang sukses, saya pikir bukan sebuah hal mustahil. 

Pemkot dan Pemkab punya banyak modal mewujudkan hal tersebut. 

Salah satu, di Malang banyak sekali orang ahli di bidang olahraga. 

Terlepas dari itu, cabor dan KONI di Malang sudah bergerak untuk memulai persiapan. 

Mereka juga ingin Porprov Jatim sukses secara prestasi. 

Tugas Wali Kota dan Bupati terpilih tinggal melengkapi apa yang menjadi kebutuhan venue, cabor, dan atlet. 

Lalu, ikut mengawasi potensi-potensi korupsi. 

Seperti diketahui, dana untuk Porprov Jatim di Malang Raya nanti besar. 

Anggaran yang dipersiapkan mencapai Rp 51,5 Miliar. (*)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Wali Kota Malang #Malang Raya #Porprov Jawa Timur IX #wali kota batu #Bupati Malang #menyukseskan #nama